Connect with us

Berita WSBK

Toprak Razgatlıoğlu Target, Tantangan, dan Harapan di 2025 (Part 1)

Published

on

BMW Motorrad Motorsport secara resmi meluncurkan livery tim untuk musim 2025 pada 15 Januari 2025 yang lalu. Acara yang diselenggarakan di BMW Motorrad Welt Berlin ini tidak hanya memperkenalkan para pembalap dan motor untuk kejuaraan dunia FIM Superbike (WorldSBK), tetapi juga untuk kejuaraan dunia FIM Endurance (FIM EWC).

Acara dimulai dengan sambutan dari Sven Blusch, Pemimpin BMW Motorrad Motorsport, yang menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian BMW Motorrad, terutama keberhasilan Toprak Razgatlıoğlu meraih gelar Juara Dunia WorldSBK 2024. Blusch juga menyoroti pemulihan Michael Van Der Mark dari cedera dan kemenangannya di Magny Cours, yang membawanya menduduki posisi keenam dalam klasemen akhir.

Selanjutnya, diperkenalkan tim BMW Motorrad World Endurance yang dipimpin oleh manajer Werner Daemen. Daemen menegaskan tekad tim untuk meraih posisi teratas pada tahun 2025, setelah berhasil finis ketiga dalam kejuaraan tahun 2024. Empat pembalap FIM Endurance yang hadir adalah Markus Reiterberger, Sylvain Guintoli, Steven Odendaal, dan Hannes Soomer.

Puncak acara adalah penampilan perdana juara dunia WorldSBK 2024, Toprak Razgatlıoğlu, bersama rekan setimnya, Michael Van Der Mark. Secara mengejutkan, Toprak tampil mengenakan baju balap emas yang dipakainya saat menjadi juara dunia 2024. Dengan gaya khasnya yang ramah, Toprak menjelaskan bahwa ia sebenarnya tidak akan menggunakan baju emas ini sepanjang musim 2025. Ia terpaksa memakainya karena baju balap yang baru masih dalam proses produksi. Pernyataan ini disambut riuh tepuk tangan dari para peserta yang hadir.

Dan Indomotoracing pun mendapatkan kesempatan untuk mewawancara Toprak secara langsung dan berikut rangkuman wawancaranya. Awal wawancara tentunya pertanyaan kami tertuju pada Toprak yang akan menggunakan No.1 untuk kedua kalinya setelah sebelumnya menggunakan nomor 1 di motor Yamaha R1. Dan Toprak menjawab dengan sangat jujur dan terbuka bahwa sebenarnya dia kurang menyukai no. 1 karena membuatnya sedikit lebih merasa tertekan walau hanya di 1 atau 2 balapan, namun pembalap nomor 54 ini menyadari bahwa bagi BMW nomoi 1 ini sangat penting karena ini pencapaian yang bisa menambah motivasi team. Untuk mengambil jalan tengah maka Toprak tetap menyisipkan no. 54 dialam no.1 nya.

Pertanyaan berlanjut dengan bagaimana pengalaman yang didapat Toprak di tahun perdananya bersama BMW di 2024 dengan 13 kemenangan beruntun dan gelar juara dunia? Toprak menjawab dengan senyuman “Saya tidak menyangka bisa meraih kesuksesan besar di musim pertama bersama BMW. Awalnya, saya berpikir kami hanya akan belajar dan baru bersaing di tahun kedua. Namun, setelah memenangkan dua balapan pertama di Barcelona, saya mulai percaya bahwa kami bisa menjadi juara. Di Barcelona, pengelolaan ban sangat penting, dan saat itu kami belum terlalu siap. Ketika menang di Misano, yang merupakan trek sulit dengan persaingan ketat, keyakinan saya semakin kuat. Kesuksesan ini tidak lepas dari kerja keras tim yang luar biasa. Tim selalu memberikan dukungan, termasuk menyediakan suku cadang baru saat diperlukan. Setelah cedera di Magny-Cours, saya fokus kembali secepat mungkin. Walaupun tidak menang di Aragón, poin penting di sana membantu kami mengamankan gelar di Jerez”.

Wawancara semakin seru ketika pertanyaan menuju pada target di tahun 2025, dan dengan jawaban yang spontan pembalap yang terkenal sangat ramah ini menjawab “Saya ingin sering naik podium bersama rekan setim saya, Michael van der Mark. Selain mempertahankan gelar, saya berharap tim dan BMW juga memenangkan kejuaraan pabrikan serta Tim.” Walaupun tentunya ini tidak mudah apalagi BMW hanya memiliki 1 tim dengin 2 motor saja di tahun 2025 ini. Dan kami pun penasaran dari penampilan yang bisa dikatakan nyaris sempurna di 2024 masih adakah hal yang ingin dirubah oleh Toprak untuk menghadapi musim 2025 dan Toprak menegaskan bahwa semua yang terjadi di 2024 menunjukan tim sebagai satu keluarga besar yang saling mendukung satu sama lain terbukti masih menurut Toprak,  saat dirinya cedera setelah insiden di Magny Cours, tim bekerja deras untuk menjaga peluang juara tetap terbuka dan ini benar-benar luar brasa, semoga tim tetap solid dan hal ini menjadi motovasi besar untuk Toprak semakin memberikan yang terbaik.

Saat sesi tanda tangan dengan penggemar Toprak malayani semua penggemar yang datang secara sabar dan ramah, bahkan dirinya juga menerima dengan ramah ketika beberapa penggemar melakukan video call dengan teman, kerabat atas keluarga yang tidak bisa hadir Toprak terlihat menyapa dan melambaikan tangan ke arah telepon gengam para penggemar. Namun bisa dilihat ada yang tidak biasa dari cara dirinya menanda tangan poster-poster untuk pengemar dan ternyata telihat di jari telunjuknya sedikit memar dan bengkak serta sulit digerakkan. Maka pada kesempatan ini kami mencoba menanyakan secara tidak langsung, Toprak bagaimana liburan musim dingin tahun ini? Dan jawaban yang diberikan dengan atusias bahwa tidak ada yang berbeda baginya menjaalani program latihan adalah hal yang dilakukan disetiap harinya, dan Toprak melanjutkan ceritanya bahwa saat berlatih dengan motor enduro mengalami kecelakaan dan mematahkan jari ditangan kanannya. Tentu saja ini bukan yang diharapkan meningat test sudah didepan mata dan saat ini jari tangannya maasih dalam masa pemulihan setelah melakukan operasi dan dipasang 2 pin.

Wawancara berlanjut semakin hangat, ini menjadi sangat menarik melihat Toprak selalu berusaha menjawab setiap pertanyaan dengan detail dan antusias. Kita lanjut di bagian 2 supaya tidak terlalu panjang ya IMR-ers

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!