Connect with us

Berita MotoGP

Kemenangan Bersejarah Marc Marquez yang Menyamai Rekor Ángel Nieto

Published

on

Sejak sesi kualifikasi, Marc Márquez sudah menunjukkan dominasinya dengan mencatatkan waktu terbaik 1:36.917 dan merebut pole position ke-96 dalam kariernya. Di belakangnya, sang adik, Álex Márquez, tampil tak kalah impresif dengan selisih hanya 0,246 detik. Sebelum minggu balap di Argentina para penggemar MotoGP sudah memberikan prediksinya bahwa Marc Marquez lah yang akan menjadi pemenang, ditambah lagi ketika sesi kualifikasi dan Sprint, prediksi tersebut pun semakin mendekati kenyataan, begitu juga dengan Alex Màrquez yang sudah diduga akan berada di podium. Hanya pada poseis ke-3 yang prediksi masih tidak terlalu pasti pakah Pecco Bagnaia tau pembalap Ducati lainnya. Dan ternyata Franco Morbidelli yang berhasil meraih podium ketiga dan membuat Posisi Pecco Bagnaia untuk memperebutkan gelar juara duna semakin menjadi pertanyaan.
Baru memimpin balapan sebanyak 3 putaran, Marc harus menyerahkan posisi pertamanya pada Alex Marquez karena kelincahan Alex di tikungan 6 membuat Marc sedikit kewalahan untuk kembali mengambil posisinya. Namun Marc Márquez mampu menyalipnya dalam lima lap terakhir dan mempertahankan posisi hingga garis finis. Taktik cerdik dan ketenangan yang ia tunjukkan menjadi kunci keberhasilannya menguasai balapan. Ini adalah kemenangan back-to-back bagi Márquez setelah sebelumnya juga berjaya di GP Thailand. Dan Marc Marquez juga menjadi pembalap yang menang 2 kali berturut-turut di dua balapan pembuka sejar Maverick Vinales pada 2017 lalu.
Dan sepertinya akan banyak record-record baru yang akan dihasilkan oleh perpaduan Ducati dan Marc Màrquez ini, salah satunya adalah kemenangannya di Autódromo Termas de Río Hondo, Argentina, pada 16 Maret 2025 menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam dunia balap motor karena dengan kemenangan ini Marc Márquez, pembalap Ducati Lenovo Team ini menyamai rekor 90 kemenangan yang sebelumnya dipegang oleh legenda MotoGP, Ángel Nieto.
Ketika ditanya mengenai pencapaian ini, seperti biasa dengan rendah hati Marc Màrquez mengatakan :”Ini adalah kehormatan besar untuk menyamai Ángel Nieto karena dia adalah dan sangat penting bagi seluruh dunia sepeda motor Spanyol. Dia membuka pintu untuk Kejuaraan Dunia, jadi suatu kehormatan untuk menyamainya.” dilanjutkan dengan pendapatnya mengenai kemenangan di Argentina, “Saya merasa dalam kondisi terbaik, dan motor ini bekerja dengan sangat baik. Kami tahu persaingan akan sulit, tetapi strategi kami berhasil dengan sempurna,” ujar Márquez setelah finis pertama.
Selain dominasi Marc Màrquez, sang adik Alex Màrquez juga menjadi sorotan di Argentina kali ini, cara mengendara yang sangat halus dan konsisten, membuat semua orang berdecak kagum terutama sang kayak Marc yang meyakini bahwa saat ini lawan terberatnya untuk memperebutkan gelar Juara Dunia adalah asiknya sendiri Alex, bahkan Marc juga yakin ika asiknya akan menang di beberapa balapan tabun ini ental di Sprint maupun balapan utama.
Wajar tentunya sang kaka mendukung adiknya, tapi kata-kata ini juga bisa menjadi tamparan keras untuk Pecco Bagnaia yang kemarin harus keluar dari podium setelah disuse oleh rekannya dari akademi VR46, Franco Morbidelli. Walaupun Pecco turut senang dennen keberhasilan Franco Morbidelli namun tentu saja ini membuat dirinya harus segera berbenah dan menemukan setup terbaik untuk motornya, bahkan terbesit niatnya untuk kembali menggunakan GP24 secara penuh. “Kami masih mencari setup terbaik. Jika perlu, saya mungkin akan kembali ke motor tahun lalu,” ujar Bagnaia
Selain hal tersebut ada peristiwa yang tentunya menjadi hal mengejutkan setelah kerja keras Ai Ogura yang berhasil naik dari posisi 15 ke posisi 8, harus rela di diskualifikasi. Bukan karena cara membalap yang tidak bertanggung jawab tapi  karena penggunakan perangkat lunak untuk ECU yang tidak sesuai dengan yang disyaratkan. Tentu saja ini menjadi pukulan berat untuk rookie Ai Ogura dan tentunya team. Dari keputusan ini maka hasil balapan pun mengalami perubahan dan membuat pembalap pabrikan Honda Luca Marini finish di 10 besar. Dan artinya pada balapan di Argentina ini 3 pembalap Honda menyelesaikan balapan di 10 besar, kemajuan yang luar biasa. Johann Zarco yang tampil memukau dan finish di posisi 6, Joan Mir yang melakukan perlawanan sengit dengan Pedro Acosta dan Ai Ogura dan berhasil finish di posisi 9.
1. Marc Marquez         Ducati Lenovo Team 50
2. Álex Márquez          Gresini Racing            36
3. Pecco Bagnaia         Ducati Lenovo Team 29
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *