Connect with us

Uncategorized

MotoGP Jerman : King Of The Ring. “Saya ingin kembali hidup normal.” Marc Marquez

Published

on

Kemenangan Marc Marquez di Sachsenring bisa dikatakan kejutan bisa juga tidak. Jika melihat 7 balapan yang sudah dilaluinya tahun ini sangatlah berat, maka kemenangan ini adalah kejutan. Tapi jika melihat 10 kali kemenangan secara beruntun di Sachsenring yang sudah diraihnya tentu tidaklah mengejutkan. Tapi apapun itu pencapaiannya yang di raih Marc Marquez memang perlu diacungi jempol.

Marc Marquez tidak menyangkal kalau kemenangan ini membawa angin segar baginya “Itu benar kemenangan ini menjadi sangat penting untuk team kami. Kami mencoba mencari tempat pengisian bensin, karena tanki bensin sudah sangat sedikit, dan di Sachsenring akhirnya kami menemukan tempat pengisian bensin. (Tentu saja Repsol).”celotehnya sambil tertawa khas Marc Marquez.

“Akhirnya kami menemukan angin cerah untuk kedepan, setelah kecelakaan besar, momen yang berat, ini sangat penting mendapatkan hasil yang bagus. Tentu saja sejujurnya di Assen kami akan kesulitan lagi, tapi seperti yang saya katakan hari Kamis lalu bahwa di lintasan ini (Sachsenring) kami akan dapat melakukan balapan dengan lebih sedikit keterbatasan secara fisik, jadi ini tentu membantu saya. Sudah dari awal emosi saya berbeda, sejak dari FP1 saya sudah memasang mode menyerang.” Terangnya lugas.

Mengenai kondisi tangannya Marc Marquez secara cepat menjelaskan “Rasa sakit tentu masih ada, dan saat ini tentu lebih sakit daripada saat balapan di Jerez, di balapan lain saya tidak tahu karena saya terjatuh, mungkin hanya 3 putaran yang saya lakukan (ujarnya sambil tertawa), jadi tentu saja minggu depan (Assen) saya akan menderita lagi, karena Assen lebih membutukan fisik yang bagus, tapi ya ini akan sakit, tapi ya ini bukan tangan yang normal, kami butuh waktu.”

Marc Marquez sudah menang di Sachsenring secara berturut-turut selama 10 kali dan bagi Marc Marquez kemenangan ke-11 ini memiliki rasa yang berbeda “Kemenangan kali ini tentu berbeda, saya tidak tahu mengapa, saya tidak terlalu bahagia atau senang yang berlebihan, karena ketika saya mau lebih bahagia, saya selalu tersadar bahwa balapan selanjutnya akan kembali sulit.Tapi mungkin saya akan lebih bahagia ketika saya nanti kembali ke box dengan team, tapi saya tidak tahu. Kemenangan ini lebih berbeda secara emosional secara mental. Secara mental tentu sulit karena kita datang dari tiga kali terjatuh secara berurutan, yang membuat hari ini lebih mudah hanya karena semua berjalan baik, saya finish dipodium, tapi sejujurnya ini bukan secara mental. Tentu saja jika hari ini saya terjatuh, semua orang akan membuat saya lebih terjatuh lagi secara mental, tapi sejujurnya saya tidak perduli. Hari ini yang saya lakukan adalah mengikuti naluri saya, jalan saya. Hari Kamis saya mendapat telp dari Alberto dan dia mengatakan secara langsung : kamu tahu apa yang akan kita punya minggu ini, dan kamu tahu apa yang bisa kamu lakukan. Lalu saya jawab OK (Tidak ada alasan untuk berbicara banyak). Disatu sisi ada sisi rasional dari Emilio Alzamora : Hati-hati, finish ke-5 tidak apa-apa, tapi pada akhirnya saya benar-benar hanya mengikuti naluri saya. Dan naluri saya hari ini, ketika saya melakukan start yang sempurna, saya merasakan beberapa tetesan hujan dan saya lihat Miguel melaju cepat, saya berhasil memanage jarak cukup bagus dan saya katakan :ok hari ini adalah harinya.” 

“Pada lintasan ada dua hal penting. Maksud saya, saya berkendara saat ini dengan sedikit ada kekurangan secara fisik dan kelemahan pada motor kami sedikit berkurang. Kami melihat selama minggu ini, semua Honda terlihat lebih baik, tapi pada saat balapan, Honda terlihat begitu kesulitan, karena kami sedikit kesulitan memanage ban, karena setau saya semua motor lain hanya memanage ban belakang tapi kami Honda harus memanage ban depan juga. Ini juga bagian yang penting, pada awal balapan saya membalap sedikit pelan, hanya untuk menyimpan cengkraman ban depan saya, tidak untuk menyimpan ban belakang, maksud saya kami perlu memanage banyak hal, itu juga yang harus kami tingkatkan di masa depan. Lihat saja nanti di Assen, kami akan menderita lagi, harus ada di Q1 untuk ke Q2, mungkin akan serupa dengan Mugello dan Montmeló, tapi kami butuh waktu, kami terus harus melanjutkan, semangat itu ada tapi juga hal penting lainya yang sangat penting bagi saya adalah test hari Senin di Montmeló, itu adalah kali pertama, saya dapat mengendara seperti yang saya mau, maksud saya tanpa tekanan, itu memang hanya satu hari tapi saya melakukan banyak putaran dan itu sangat membantu saya untuk memahami cara mengendara,mengenal ban yang berbeda. Ini memang ban yang sama seperti saat saya mengendara di Jerez 2020 tapi cara menggunakannya sedikit berbeda.”

Setelah Assen semua pembalap akan memiliki liburan musim panas selama kurang lebih 1,5 bulan, dan waktu ini tentu sangat dibutuhkan untuk Marc Marquez melanjutkan proses penyembuhannya dan untuk mengembalikan kekuatan fisiknya lagi, tapi Marc Marquez merasa bahwa tentu peningkatan ada tetapi kembali seperti Marc Marquez yang dulu tentu belumlah cukup “Itu benar istirahat musim panas ini tentu akan membantu pemulihan fisik saya, tapi untuk kembali seperti Marc Marquez di tahu 2019 tentu belum.  Memang benar saya berharap secara bertahap saya akan lebih dekat dengan pembalap lain, tapi saya tidak pernah menang di Austria sebelumnya jadi saya rasa saya tidak akan menang juga disana. Tapi bagaimana pun, mari tunggu dan lihat, kami akan bekerja dengan pikiran terbuka, melanjutkan dengan cara kami.”

Pada bulan September tahun 2020 saat masih belum kembali ke lintasan, Marc Marquez pernah mengatakan bahkan untuk mengangkat botol air saja sangat sulit baginya, dan ketakutan yang datang padanya pada situasi itu sama sekali bukan soal balapan ataupun karirnya, ketakutan yang datang adalah mengenai kesehatannya, hidupnya. “September,Oktober dan November, ketakutan saya bukan soal bisa menang lagi atau tidak, tapi lebih kepada tangan saya, karena setiap kali saya merasa kehilangan tenaga, kehilangan rasa ditangan kanan saya, apalagi ada infeksi didalamya, tentu saja ini menjadikan bukan membaik tetapi memburuk. Saya sama sekali tidak takut  tentang motor, balapan dan sejenisnya, saya hanya berpikir tentang tangan saya, hidup saya bukan balapan.Dibalik itu sejak operasi ke-3 semua mulai berjalan normal, tapi itu benar ini sangat berat, karena saat itu  saya memiliki kesulitan untuk membaik.”

Ternyata Marc Marquez memiliki strategi yang unik untuk berkonsentrasi di balapan Sachsenring kali ini, selain mencoba menghilangkan semua ketakutan akan jatuh lagi, Marc Marquez berusaha membangkitkan memori lamanya di Sachsenring untuk menjadikannya lebih relax dalam berkendara, selain itu untuk menghilangkan ketegangan ketika Miguel Oliveira mulai mendekatinya, Marc Marquez menggunakan strategi alih pikiran, yaitu menganti nama (dalam pikiran) Miguel Oliveira menjadi Alex Marquez adiknya, karena ketika mereka latihan berdua, siapa yang tercepat ada di belakang dan yang lebih pelan ada didepan. Dan dengan cara menganti nama tersebut, Marc Marquez menjadi jauh lebih tenang, jikapun Miguel akan membalapnya maka tidak menjadi terlalu beban untuknya karena dalam pikirannya itu adalah adiknya. Strategi yang tidak biasa tapi cukup berfungsi baik untuknya.

Setelah kemenangan di Sachsenring, menjadikannya berada diposisi ke-10 di klasemen sementara dan target kedepanya Marc Marquez mengatakan santai tanpa beban dan dengan sedikit tersenyum “Ini sangat sulit untuk mengatakan, karena setiap hari semua berubah, saya tidak bisa mengatakan satu kemenangan saya hari ini untuk memperebutkan juara dunia, karena selisih saya dengan Fabio Quartararo juga sangat jauh. Jadi target di kejuaran dunia MotoGP 2021 ini Marc Marquez tidak terlalu memikirkannya. “Sejujurnya saya tidak perduli, karena yang pasti saya tidak akan menang tahun ini, karena saya 90 poin dibelakang Fabio Quartararo, dan kita bicara soal pembalap MotoGP bukan yang lainnya. Dan bagi saya sama saja finish kejuaraan dunia ke-2, ke-3 atau ke-4, maksud saya jika kamu bukan juara dunia, apakah kamu ingat siapa yang ada diposisi ke-2 kejuaraan MotoGP tahun 2005? apakah kamu ingat, saya tidak ingat. rasanya semua orang hanya tahu siapa Juara Dunianya. Jadi kami akan lihat bagaimana nanti, saat ini saya hanya ingin menikmati Sachsenring.”

Kegiatan pada istirahat musim panas bagi Marc Marquez menjadi sangat penting, tapi setelah hampir satu tahun fokus tentang pemulihan tentu Marc Marquez butuh waktu untuk menjalani setidaknya hidup yang normal karena pemulihan tangan sangatlah penting tapi kebahagian mental jauh lebih penting. Maka Marc Marguez memutuskan untuk benar-benar liburan setidaknya dua minggu “Bekerja pemulihan sangatlan pentingm tapi saya sudah memutuskan saya benar-benar membutuhkan dua minggu liburan secara total. Istirahat, liburan, menikmati bersama teman-teman, karena sejak 2 kali musim dingin saya tidak pernah memiliki liburan yang sebenarnya, karena operasi bahu, operasi tangan, dan banyak teraphy, saya benar-benar butuh istirahat. Tidak masalah jika saya akan sedikit kurang persiapan untuk Austria, karena saya benar-benar membutuhkan dua minggu istirahat untuk mental saya dan setelahnya saya akan kembali bekerja keras, untuk mencoba tiba di Austria lebih siap dan melanjutkan evolusi saya.”

Masalah tangan yang dihadapi Marc Marquez akibat kecelakaan di Jerez memang membutuhkan waktu penyembuhan yang sangat lama, benar-benar penangannya yang harus dilakukan hari demi hari. dan tentu saja itu sangat melelahkan, ini membuat teraphies nya hampir 1 tahun tinggal bersamanya. Marc juga menceritakan bahwa penyembuhan berjalan dengan cara tidak dapat diprediksi. Hal ini membuat Marc Marquez merasa semua sudah cukup, bahkan sejak Montmeló, Marc sudah memutuskan dan berbicara dengan Dokternya bahwa dia ingin kembali hidup secara normal seperti sebelumya. “Saya ingin kembali hidup normal, saya ingin latihan di Gym dengan adik saya, saya ingin naik sepeda dengan adik saya, benar-benar kembali kehidup saya yang normal. Dan ini salah satu yang berubah setelah Montmeló. Saat ini saya sudah tidak lagi melakukan physioteraphy, saya hanya ingin melupakan tangan saya, Ok saya tahu akan ada keterbatasan, tapi ya sudah biarkan itu ada tapi saya yakin dengan waktu maka ini akan kembali.”ujarnya menutup pembicaraan. 

Catatan Redaksi : Hidup kadang tidak semudah yang dibayangkan dan apa yang terlihat, menjadi pembalap terlihat begitu menyenangkan, pergi hampir keseluruh dunia,  memiliki banyak pengikut di media sosial, tinggal di hotel mewah, mendapatkan perawatan terbaik saat sakit dan banyak hal yang terlihat indah. Tapi lihat apa yang dikatakan Marc Marquez ketika kita terpuruk, maka kita tidak membutuhkan apa-apa selain kasih dari orang-orang terdekat, orang-orang yang tulus ingin membantu kita. Menjadi pembalap itu tidak semudah yang dibayangkan harus selalu jauh dari rumah, dari keluarga, harus berani mempertaruhkan keselamatan dan kesenangan sebagai manusia biasa. Tentu kita tidak menginginkan terjadi hal buruk pada diri kita, tetapi kadang hal buruk bisa membantu kita membuka mata dan melihat hidup dengan penuh makna. Selamat menemukan jiwa baru Marc Marquez. Bahwa ada hal lain yang harus lebih diperhatikan dalam hidup, bukan hanya membahagiakan orang lain tetapi membahagiakan diri sendiri. Karena pada dasarnya sebanyak apapun kita berusaha menyenangkan orang lain tetap saja tidak akan bisa membuat semua senang, karena tiap kepala punya pikiran yang berbeda, mari lebih menghargai hidup. Satu pelajaran bermakna yang bisa didapat dari kisah Marc Marquez.  Salut.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!