Berita MotoGP
Pre-event Press Conference SHARK GP de France
Pre-event Press Conference di lLe Mans dihadiri oleh peraih podium di balapan sebelumnya yaitu Jack Miller (Ducati Lenovo team), Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo team), Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT), dan juga tentunya oleh pembalap tuan rumah Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) dan Johan Zarco (Pramac racing) dan pembalap yang Jepang yang di sirkuit sebelumnya (Jerez) berada diurutan ke-4 Taka Nakagami (LCR Honda).
Adapun pembalap Australia Jack Miller harus menunggu 5 tahun untuk memenangkan balapan lagi, dan baginya ini adalah harapan dan impian yang ditunggu dan saat jack Miller berhasil mencapainya menjadikan Jack lebih tenang , tapi disisi laini ini juga membuat Jack lebih bersemangat untuk mendapatkan posisi tersebut lagi dan lagi. Jadi fokus Jack Miller di balapan Le Mans ini adalah berusaha kembali kuat seperti yang dilakukan di Jerez. Tapi Jack Miller menyadari ini semua harus dilakukan dengan tenang, minggu setelah test Jerez, Jack Miller melakukan beberapa latihan seperti bersepeda dan dia cukup bersyukur karena cuaca di Spanyol dan Andora yang cukup mendukung untuk minggu tenangnya.
Bagi Jack Miller hubungannya dengan sirkuit Le Mans bisa dikatakan hubungan Cinta dan Benci. Istilah ini ada karena Jack Miller pernah merasakan kemenangan di sirkuit ini saat dia di Moto3, pernah juga tetjatuh sangat keras di tikungan 1 dan pernah juga membuat dia sangat marah, karena tahun lalu membalap sangat bagus dan ada dibelakang Danilo Petrucci untuk podium tiba-tiba masih 7 putaran lagi ke garis finish tiba-tiba motor berhenti karena ada kesalahan Elektronik. Tapi Jack Miller meyakini bahwa motor Ducati D16 GP21 adalah paket yang sangat bagus. Jika harus memprediksi baginya mungkin Ducati lebih bisa mengunci podium di Mugello, tapi tentunya jika itu terjadi di Le Mans akan sangat bagus.
Selain Jack Miller, pembalap Italia Franco Morbidelli juga melakukan balapan yang sangat mengesankan di Jerez setelah melewati masa sulit di seri 1, 2 dan 3. Bagi Franco Morbidelli podium ke 3 yang didapatkannya di Jerez dirasakan lebih berbeda, dikarenakan situasi yang saat ini tengah dihadapinya (Yamaha paket 2019). Bagi Franco podium itu terasa lebih luar biasa. Emosi yang campur aduk dirasakannya saat melewati garis finish. Franco tahun lalu mendapatkan 3 podium dan menjadikannya sebagai runner up Juara Dunia. Sebenarnya kegagalan yang terjadi di Qatar 1 dan 2 itu membuat semangatnya bergelora dan Franco mengatakan bahwa dia harus melakukan yang terbaik dengan apa yang dimilikinya dan terus mencoba memperbaiki tahap demi tahap dan tidak berhenti berusaha.
Pembalap nomor 30, Taka Nakagami berharap dapat menyelesaikan balapan sebaik yang didapatkannya di Jerez. Taka Nakami menyadari sejak Qatar 1, Qatar 2 bahwa performa dari Honda RC 213V bukanlah yang terbaik sesuai yang diharapkan dan belum menemukan solusi terbaiknya. Tetapi saat di Portimao ketika Taka harus memulai dari posisi belakang dan dapat menyelesaikan balapan di 10 besar tentu saja itu merupakan hasil yang penting untuknya. Dan dari situ Taka dan team merasa bahwa beberapa solusi dari masalah yang ada telah dapat ditemukan walaupun belum secara keseluruhan dan kondisi ini menjadikan Taka Nakagami mulai berani membuka lagi mimpinya untuk bisa berada di posisi 6 besar atau bahkan 5 besar, dan hal itu pun terjawab langsung di Jerez, dimana Taka begitu senang karena hampir saja bisa menyentuh podium walaupun harus puas finish di urutan ke-4. Dan Taka juga memberikan pendapatnya bahwa saat di Jerez Honda menurunkan 5 pembalap dan menurutnya itu adalah hal yang sangat bagus untuk sebuah pengembangan motor, karena dengan banyaknya pembalap tentu data yang bisa dikumpulkan dan dibandingkan akan lebih banyak, dan dengan banyaknya komentar/pedapat dari para pembalap tentu itu sangat membantu dalam proses pengembangan, hal ini tentu akan berdampak baik tidak hanya untuk Honda tetapi juga untuk pembalap.
Melihat dari apa yang dikatakan dari para pembalap yang mengikuti pre-event press conference dapat disimpulkan bahwa kegigihan adalah sebuah hal yang utama dalam setiap perjalanan. Dengan adanya kegigihan dan ketekunan semua hal yang terlihat sulit dapat menajdi lenih ringan dan teratasi. Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya, hanya terkadang waktu dari solusi teratasi bisa cepat bisa juga lambat. Yang terpening adalah tetap yakin kepada diri sendiri, team dan semesta.
