Connect with us

Berita Moto2

Jaume Masia masih terombang ambing untuk musim 2025

Published

on

Juara dunia Moto3 2023, Jaume Masia, saat ini tengah menghadapi periode penuh ketidakpastian dalam karir balapnya. Hal ini terlihat dari wawancaranya di YouTube fastandcurious.podcast, yang mana ia terlihat berbicara sangat datar dan berhati-hati, namun hal itu mencerminkan perasaan hatinya yang tidak menentu. Situasi ini tentu menjadi perhatian para penggemar dan komunitas balap motor, tidak terkecuali di Indonesia.

Dalam podcast tersebut, Masia mengungkapkan bahwa hanya 25 hari menjelang tes pramusim, ia masih belum tahu pasti apakah dirinya akan melanjutkan karir di Moto2 atau tidak. Seperti yang kita ketahui bahwa Jaume Masia masih memiliki kontrak yang sudah ditandatanganinya dengan Preicanos Racing Team, namun secara tiba-tiba tim tersebut berganti nama menjadi GAS UP Racing Team tanpa pengumuman resmi. Perubahan ini, yang hanya terlihat di Instagram tim, tentu saja menimbulkan tanda tanya besar. Tidak hanya bagi para penonton di rumah, tetapi juga bagi Masia sendiri yang sudah terikat kontrak. Ini adalah situasi yang rumit dan memunculkan banyak spekulasi.

Masia mengatakan telah berusaha menghubungi tim  mengenai persiapan menjelang tes pramusim di Portimao pada 12-13 Februari mendatang. Namun, jawaban yang diterimanya belum memberikan kepastian. Ketidakjelasan ini membuat Masia merasa frustrasi dan tertekan secara mental. Ia tidak menampik adanya tawaran dari tim lain, namun semuanya masih dalam tahap pembicaraan. Rumor sempat beredar bahwa Masia akan bergabung dengan WorldSSP bersama Orelac Racing Team, namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai hal ini.

Dalam wawancara yang sama, Masia juga membahas tetap berusaha untuk berkompetisi di kejuaraan dunia. Ia mengungkapkan bahwa ada pembicaraan dengan tim lain, namun ia terkejut ketika tim tersebut meminta dana sebesar 500.000 Euro. Hal ini sangat tidak diharapkan oleh Masia, bukan hanya karena ia berstatus juara dunia Moto3, tetapi juga karena ia memang tidak memiliki dana sebesar itu. Bagi Masia, yang berusia 24 tahun, balapan bukan lagi sekadar hobi, melainkan juga pekerjaan. Dan tentunya serial pekerja harus mendapatkan penghasilan bukan sebaliknya. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa permintaan dana tersebut tidak mungkin dipenuhi.

Ternyata, kenyataan yang dihadapi Masia tidak semanis yang diharapkan. Setelah mengalami kesulitan di tahun 2024 sebagai pembalap rookie di Moto2, dengan finis di klasemen akhir pada posisi 28 dan hanya mengumpulkan 6 poin, Masia juga mengalami pengalaman yang menurutnya menjadikan konsentrasinya kurang fokus. Tanpa bermaksud menyalahkan atau menghakimi, Masia menceritakan bahwa ia merasa sangat tertekan secara mental karena harus mengikuti meeting yang penuh tekanan 15 menit sebelum balapan, dan kemudian menghadapi meeting serupa setelah balapan. Masia memahami bahwa keputusan untuk bergabung dengan tim tersebut adalah keputusan yang diambil dirinya bersama keluarga dan orang terdekatnya dan tidak ada penyesalan, karena setiap keputusan tentu ada konsekuensinya, namun tidak dipungkiri bahwa hal ini cukup berat.

Ketika ditanya mengenai cara mengatasi tekanan  dan bagaimana rasanya harus terlihat baik-baik saja dilusr meskipun didalam sangat rumit, Masia dengan tenang menceritakan bahwa ini adalah hal lumrah di dunia balap. Sejak usia 6 tahun, ketika ia terjatuh saat latihan, ia selalu diarahkan untuk mengatakan bahwa semua baik-baik saja. Tidak mudah memang, namun itulah yang diharapkan dari seorang pembalap. Untuk mengatasi tekanan yang saat ini dirasakan, Masia akan mencoba mengatasi dengan rasa percaya pada diri sendiri dan keluarganya, serta tetap berpikir positif. Ia menyadari bahwa dalam hidup, segala sesuatu ditentukan oleh banyak faktor. Dengan mental yang siap, Jaume Masia akan berusaha memberikan yang terbaik dalam situasi apapun yang akan dihadapinya di tahun 2025.

Kisah Jaume Masia ini memberikan gambaran yang menarik tentang betapa kompleksnya dunia balap motor, di mana talenta saja tidak cukup. Selain kemampuan di atas lintasan, seorang pembalap juga dituntut untuk memiliki mental yang kuat, kemampuan bernegosiasi, dan tentu saja dukungan finansial yang memadai. Semoga ada solusi terbaik bagi Jaume Masia, dan para penggemarnya di seluruh dunia, berharap agar ia tetap bisa berkiprah di dunia balai baik itu Moto2 maupun WorldSSP.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *