Connect with us

Berita MotoGP

Dari Rossi, Lorenzo ke Márquez, Perjalanan Juara Dunia Menuju Ducati

Published

on

Ducati telah menjadi destinasi bagi beberapa juara dunia MotoGP yang sebelumnya membela tim lain selama bertahun-tahun. Di antara nama besar yang pernah menjadi Juara Dunia dan mencicipi Desmosedici adalah Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan kini Marc Márquez, yang akan memulai petualangan barunya bersama tim pabrikan Ducati pada musim 2025. Namun, sejarah menunjukkan bahwa tidak semua dari mereka berhasil menaklukkan motor merah asal Italia ini.

Valentino Rossi menjadi pelopor dengan kepindahannya ke Ducati pada 2011, diikuti oleh Jorge Lorenzo pada 2017. Sayangnya, baik Rossi maupun Lorenzo menghadapi kesulitan besar dalam beradaptasi dengan karakteristik motor Ducati pada masanya. Namun, dengan Márquez bergabung di era kejayaan Ducati, apakah skenario ini akan berbeda?

Pada Era Valentino Rossi mungkin bisa dikatakan sebagai mimpi yang tidak sesuai harapan, bukan hanya harapan dari sisi pembalap 46 ini sediri juga harapan dari semua penggemar yang sangat ingin melihat Valentino Rossi mengulang kejayaan ketika pindah dari pabrikan Honda ke Yamaha pada tahun 2024 silam. Dimana di tahun pertamanya di Yamaha, The Doctor langsung memenangkan 9 balapan dan mengamankan mahkota Juara Dunia.

Ketika Valentino Rossi meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Ducati pada 2011, ekspektasi sangat tinggi. Banyak yang berharap sang “Doctor” bisa membawa kejayaan bagi Ducati yang saat itu masih kesulitan bersaing di papan atas. Namun, realitanya jauh dari ekspektasi.

Desmosedici pada masa Rossi dikenal memiliki karakter yang sulit dikendalikan. Rossi mengalami kesulitan besar dalam menyesuaikan gaya balapnya dengan motor yang terkenal memiliki masalah handling, terutama di tikungan. Selama dua musim (2011-2012), Rossi hanya mampu meraih tiga podium tanpa kemenangan, yang akhirnya membuatnya kembali ke Yamaha pada 2013.

Meskipun gagal meraih kesuksesan, banyak dipercaya bahwa langkah Rossi dianggap sebagai awal dari upaya Ducati untuk berkembang lebih jauh dengan merekrut pembalap top dunia. Dimana Ducati merasa sangat tidak senang tidak bisa mewujudkan gelar Juara Dunia dengan legenda balap MotoGP, Valentino Rossi dan hal ini menjadikan semangat perubahan signifikan di dalag tubuh Ducati.

Pada 2017, giliran Jorge Lorenzo mencoba peruntungannya dengan Ducati setelah meraih tiga gelar dunia bersama Yamaha. Di tahun pertamanya Lorenzo mendaptkan banyak tantangan untuk menaklukan Ducati, adaptasi yang diharapkan bisa lebih mulus ternyata kenyataannya lebih sulit dari yang diperkirakan. Namun, pada musim 2018, Lorenzo akhirnya menemukan ritmenya dan berhasil meraih tiga kemenangan yang menunjukkan potensi besar Desmosedici.

Sayangnya, kebangkitan Lorenzo bersama Ducati tidak bertahan lama. Cedera dan persaingan internal yang ketat membuatnya memilih pindah ke Honda pada 2019. Meskipun demikian, kontribusi Lorenzo dalam pengembangan motor membantu Ducati menjadi lebih kompetitif di tahun-tahun berikutnya. Dan banyak penggemar yang menyayangkan keputusan Jorge Lorenzo untuk meninggalkan Ducati namun Jorge Lorenzo dan Ducati memiliki alasan tersendiri, kabar mengatakan Ducati kehilangan kesabaran menunggu adaptasi Jorge Lorenzo yang sedikit lebih lambat dari yang diharapkan, namun dari sisi Jorge Lorenzo merasa bahwa perbedaan karakteristik antara motor Jepang dan Motor Eropa membutuhkan waktu lebih panjang dengan pembuktian nyata bahwa dirinya bisa menang di ItalianGP (Mugello) dan dilanjutkan dengan kemenangan yang mendominasi di CatalanGP  juga kemenangan lainnya di AustrianGP. Namun sayangnya Ducati telah memutuskan tidak memperpanjang kontrak dengan Jorge Lorenzo diawal 2018 bahkan sebelum Jorge Lorenzo menang di Mugello.

Kini Marc Márquez pembalap yang tidak terpisahkan dari nama besar Repsol Honda tim melakukan perjalanan yang sama dengan dua juara dunia terdahulu Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo dan ini merupakan harapan Baru di Era Keemasan Ducati

Marc Márquez, sang juara dunia delapan kali, resmi bergabung dengan Ducati Lenovo Team pada musim 2025. Berbeda dengan Rossi dan Lorenzo yang bergabung ketika Ducati masih dalam tahap pengembangan, Márquez datang di saat Ducati berada di puncak kejayaan setelah mendominasi musim sebelumnya dengan kemenangan beruntun.

Kedatangan Márquez disambut dengan optimisme tinggi, mengingat performa Ducati saat ini sangat dominan di lintasan. Dengan pengalaman dan gaya balap agresifnya, Márquez diharapkan mampu beradaptasi lebih cepat dibanding pendahulunya dan menambah koleksi gelar juara dunianya bersama tim Italia ini, juga membuat persaingan makin sengit di ajang balat tertinggi motor yaitu MotoGP-

Akankan Marc Márquez bisa menaklukan Ducati lebih cepat dibandingkan seniornya terdahulu? Hal ini menjadi tanya tanya dan topik menarik tidak hanya untuk media namun juga untuk para penggemar. Ditambah lagi persaingan antara Valentino Rossi dan Marc Márquez sampai saat ini masih terus bergulir, meskipun Valentino Rossi sudah pension dari MotoGP, namun persaingan antara 46 dan 93 sepertinya masih berkobar. Ditambah lagi rekan satu tim Marc Márquez adalah juara dunia MotoGP 2x Francesco Bangnaia yang juga merupakan murid dari akademi milik Valentino Rossi.

Namun harus diingat perbedaan besar antara kedatangan Rossi dan Lorenzo dibanding Márquez terletak pada kondisi Ducati itu sendiri. Rossi dan Lorenzo bergabung di masa ketika Ducati masih berjuang dengan masalah teknis, seperti understeer dan kesulitan menikung, yang menghambat kemampuan mereka untuk tampil maksimal.

Sebaliknya, Márquez bergabung ketika Ducati telah menjadi motor terbaik di grid, dengan teknologi dan performa yang jauh lebih stabil dan kompetitif. Hal ini memberi Márquez keuntungan besar yang tidak dimiliki oleh pendahulunya. Ditambah lagi Marc Márquez juga sudah pernah menjajal Desmosedici GP23 di musim 2024 lalu dengan hasil yang gemilang dan menempatkannya pada posisi 3 klasemen akhir dengan  2 kemenangan di balapan utama Aragon dan San Marino dan satu kemenangan di Tissot Sprint Aragon GP.

Bisakah Márquez menjadi Juara Dunia ditahun pertamanya bersama Ducati? Dengan pengalaman panjang bersama Honda dan gaya balap yang agresif, serta talenta ballar yang luar biasa ditambah pengalamanan dengan GP23 , Marc Márquez dianggap memiliki peluang besar untuk menjadi juara bersama Ducati. Namun, tantangannya tidak hanya sekadar beradaptasi dengan motor baru, tetapi juga menghadapi rival kuat seperti Francesco Bagnaia yang telah memiliki hubungan yang solid dengan Ducati. Apalagi jika kita lihat dari segi nasionalisme tentu akan lebih membanggakan untuk melihat motor Italia dengan tim dari Italia mendapatkan gelar juara dunia dengan pembalap yang juga dari Italia. MotoGP 2025 sangat layak untuk disaksikan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!