Berita MotoGP
MotoGP Perdana 2023 Sukses Menjadi Pembicaraan
MotoGP 2023 yang disebut MotoGP new era telah berhasil digelar di Sirkuit Internasional Algarve Portugal. Acara yang sudah sangat dinanti-nantikan oleh penggemar MotoGP ini berhasil menjadi pembicaraan. Tidak saja karena banyak tambahan acara hiburan yang disajikan oleh Dorna untuk menyenangkan penggemar juga membuat para pembalap sangat dekat dengan penggemarnya dan membuat MotoGP terasa lebih hangat. Acara yang dinamakan MotoGP Hero Walk sukses digelar pada hari Sabtu dan Minggu di Portimao, karena acara tersebut membuat penggemar bisa berinteraksi langsung dengan para idola dan dapat dikatakan tanpa batas. Hal ini pun sukses menjadi pembicaraan di sosial media dan membuat penggemar menantikan kehadiran MotoGP di negara mereka masing-masing.
Juga ada GP Sprint yang sukses membuat para penggemar berdecak kagum dan menahan nafas sepanjang 12 laps GP sprint dilangsungkan. Bagaimana kuatnya Jorge Martin yang memimpin sampai akhirnya pada lap terakhir melakukan kesalahan melebar dan membuat Pecco Bagnaia yang sudah mengintai posisinya mampu mengambil posisinya dengan sangat cepat dan melesat kegaris finish menjadi pemenang. Kejadian ini membuat Jorge Martin harus bersenang hati berada di posisi ke-2. Dan Jorge juga mengatakan bahwa targetnya sebelum GP sprint berlangsung adalah di podium dan dirinya berhasil mencapainya. Dirinya secara jujur mengakui bahwa kehilangan posisi pertama di putaran terakhir adalah hal yang menyedihkan tapi bagaimana pun dibalik kesalahan yang dia buat memang Pecco Bagnaia pada lap-lap akhir jauh lebih cepat darinya. Dan Jorge Martin sangat menikmati GP sprint ini bahkan pada press conference sambil bercanda dengan Marc Marquez, dirinya mengatakan jika memungkinkan boleh dua kali pelaksanaan GP sprint.
Sedangkan Marc Marquez belum berhasil memenangkan GP sprint walaupun memulainya dari pole position hal ini memang dikarenakan motor Honda masih belum siap pengembangannya di 2023 ini. Dirinya pun berhasil mendapatkan pole position karena berhasil melakukan trick slip streaming dari Enea Bastianini. Pada GP sprint perdana ini Marc Marquez sempat berada diposisi kelima setelah dilewati oleh Miguel Oliveira dan Jack Miller. Namun pada akhirnya dirinya berhasil melewati kedua pembalap tersebut dan menraih podium ke-3.
Juara dunia MotoGP 2022 benar-benar mengukuhkan keunggulannya dengan memenangi GP sprint ini dan dengan kesabaran yang dimilikinya terus membuntuti Jorge Martin dan akhirnya berhasil memanfaatkan celah yang ada dan berhasil menjadi yang tercepat. Pecco Bagnaia mengatakan bahwa sangat menikmati GP sprint yang baru pertama kali diselenggarakan ini.
Selain pembicaraan mengenai begitu ketatnya persaingan di GP sprint ini, GP sprint juga menjadi pembicaraan karena beberapa pembalap menganggap bahwa putaran yang sangat sedikit membuat pertarungan ini penuh dengan resiko. Bahkan Fabio Quartararo yang sejak awal tidak begitu senang dengan ide ini mengatakan secara tegas bahwa baginya akan lebih aman jika dilangsungkan 2 balapan sekaligus dengan durasi sama dengan balapan di hari Minggu. Hal senada juga disampaikan oleh Aleix Espargaro. Bahkan Aleix Espargaro memberikan contoh seperti seorang Gladiator, dimana penonton menikmati pertarungan yang dilakukan sang Gladiator tetapi Gladiator selalu dalam bahaya dan dirinya adalah pembalap bukan Gladiator.
Tetapi ada pembalap seperti Brad Binder dan Jack Miller yang pada dasarnya memang senang berkompentisi diatas motor, mereka tampak siap-siap saja apapun yang harus dikerjakan selama berada diatas motor.
Tidak dapat dipungkiri bahwa memang pada GP sprint perdana ini banyak pembalap yang terjatuh antara lain Joan Mir yang mendapatkan long lap penalty karena mengganggu balapan pembalap lain yaitu Fabio Quartararo, Luca Marini yang membawa Enea Bastiani sehingga mengalami sakit pada punggungnya yang untungnya tidak membutuhkan operasi tetapi tetap harus absen di balapan hari Minggu di Portugal dan juga balapan mendatang di Argentina, juga Marco Bezzecchi yang juga terjatuh. Tapi apakah ini karena jarak balapan yang cenderung pendek sehingga mereka berlomba untuk melakukan kecepatan yang lebih sementara ban masih belum siap ataukah bisa juga dikarenakan ini balapan perdana sehingga para pembalap masih belum terbiasa dengan motornya.
Lalu pada balapan di hari Minggu berjalan sangat menegangkan setelah bendera dikibarkan dan balapan dimulai. Sayangnya memasuki putaran kedua Marc Marquez yang memulai balapan dari pole position terlalu berambisi berlebihan dan tidak bisa menunggu sampai balapan berjalan beberapa putaran lagi untuk tampil agresif. Hal ini menyebabkan dirinya tidak tepat memperhitungkan gerakan yang dilakukan. Masih sempat mengerem tetapi pengereman dilakukan terlalu dalam (dari kecepatan tinggi ke rem penuh) menyebabkan dirinya tidak dapat menjaga kestabilan motor dan menyebabkan ban depan motor terkunci dan memaksanya harus melepaskan rem-nya dan menyebabkannya mengenai dua pembalap sekaligus. Pembalap pertama adalah Jorge Martin yang terkena pada ibu jari kakinya dan juga mata kakinya yang menyebabkan terganggu balapannya walaupun mampu melanjutkan balapan, walaupun sayangnya Jorge Martin terjatuh ketika balapan hanya tinggal 6 putaran lagi. Sementara pembalap lain yang terkena hantaman Marc Marquez adalah pembalap tuan rumah Miguel Oliveira. Dan Miguel terjatuh cukup keras yang menyebabkan dirinya tergeletak di lintasan. Bisa kita lihat dari wajah dan gestur Marc saat kejadian, pembalap no.93 ini begitu panik dan khawatir dengan keselematan Miguel Oliveira.
Balapan perdana ini dimenangkan oleh Pecco Bagnaina, Maverick Vinales dan Marco Bezzecchi. Sementara KTM juga tampil memukau dengan Jack Miller dan Brad Binder. Tetapi yang harus digaris bawahi adalah bahwa pada balapan hari Minggu pun dengan putaran yang panjang, kali ini banyak pembalap yang tidak berhasil finish, antara lain Marc Marquez, Miguel Oliveira, Fabio Di Giannantonio, Luca Marini, Jorge Martin dan Raul Fernandez. Jadi dari 21 pembalap (Enea Absen) yang mengikuti balapan hanya 14 pembalap yang berhasil finish, dan sejatinya hanya 15 tempat yang bisa mendapatkan poin dan itu berarti dibalapan perdana kali ini semua pembalap yang finish mendapatkan poin termasuk rookie Augusto Fernandez yang berhasil finish diatas pembalap pabrikan Franco Morbidelli.
Melihat banyaknya pembalap yang juga jatuh pada balapan perdana ini sepertinya GP sprint tidak bisa dijadikan alasan utama banyaknya pembalap yang cidera. Tetapi memang harus diakui bahwa dengan adanya GP Sprint ini waktu pembalap untuk beristirahat sangatlah sulit karena selepas kualifikasi mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk menyiapkan diri di GP sprint dan para mekanik pun memiliki waktu yang sangat sempit untuk mempersiapkan motornya, sehingga rawan terjadi kekhilafan dalam setingan motor.
Jadi apakah GP sprint ini merupakan solusi terbaik untuk menambah kepopularan MotoGP atau malah akan membuat MotoGP mejadi olahraga yang kuranag menarik dengan sedikitnya pembalap yang akan ikut sehingga persaingan akan kurang. Seperti pada balapan Argentina nanti jika masing-masing team dengan pembalap yang cidera belum mengirimkan pembalap pengganti maka pembalap yang akan mengikuti seri kedua ini hanya 18 orang, karena yang dapat dipastikan absen adalah Pol Espargaro (Cidera serius akibat terjatuh di saat FP2), Enea Bastianini (Cidera saat GP sprint dan menderita sakit pada bahunya) , Marc Marquez (Insiden dibalapan GP yang mengakibatkan patah pada ibu jari tangannya), Miguel Oliveira (yang mengalami cidera akibat insiden dengan Marc Marquez).
Pada balapan perdana ini ada dua penalty yang dikeluarkan oleh FIM Steward Panel, 1 long lap penalty diberikan kepada Joan Mir yang terjadi saat sprint race dan penalty kedua diberikan kepada Marc Marquez dengan double long lap penalty.
Bahkan double long lap penalty milik Marc Marquez sempat menimbulkan pertanyaan karena tertulis Marc harus melaksanakan sanksi tersebut pada MotoGP Argentina sedangkan seperti yang diketahui bersama Marc Marquez dipastikan absen dibalapan tersebut. Tetapi karena banyaknya pertanyaan yang masuk FIM Steward pada hari Senin memodifikasi sanksi tersebut dengan kata-kata Marc Marquez tetap harus melaksanakan sanksi tersebut saat dirinya kembali kelintasan. Tetapi sebelum itu RNF juga mengajukan banding untuk menambah hukuman Marc Marquez dikarenakan MotoGP adalah olahraga dengan kecepatan tinggi sehingga keselamatan adalah yang utama dan yang dikhawatirkan adalah apabila hukuman kurang stimpal maka akan menjadi contoh buruk untuk pembalap kelas Moto2 dan Moto3. Belum selesai sampai situ saja Team HRC Honda pun bereaksi atas modifikasi sanksi yang dilakukan oleh FIM Steward.
Bagaimanakah kelanjutan sanksi ini. Sepertinya MotoGP 2023 di era baru ini berhasil menjadi pembicaraan para pencinta balap.
View this post on Instagram
