Connect with us

Berita MotoGP

MotoGP: Front Ride Height Device Resmi dilarang di 2023, Bagaimana dengan Rear Device?

Published

on

Juara dunia 8 kali, Marc Marquez mengatakan keinginannya untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia di ajang balap MotoGP, setelah 3 tahun lamanya terseok-seok akibat cidera yang dialaminya. Walaupun dengan kondisi tangan kanannya yang masih jauh dari sempurna, pembalap asal Spanyol ini masih berhasil mendapatkan kemenangan dibeberapa sirkuit yang tidak terlalu mengandalkan tangan kanan, tapi baginya hanya mampu menyelesaikan musim tapi titel yang bisa dicapai bukanlah hal yang diinginkannya.

Dengan pemulihan yang dilakukan secara bertahap terlihat Marc Marquez banyak melakukan latihan fisik dan juga keterampilan mengendara motor seperti MX, motorcross dan yang lainya. Terlihat latihan tersebut dilakukan selain untuk mempersiapkan fisiknya juga untuk mengetahui sejauh mana kondisi dan kestabilan tangannya. Kalau dilihat performanya pada tahun 2022 setelah kembali dari operasi ke-4 yang dijalani di Aragon, kondisi tanganya cenderung lebih baik dan mulai membuatnya nyaman dilintasan, meskipun diakhir-akhir latihan bebas atau balapan, masih terlihat dirinya merendam tangan kananya di air dingin untuk memberikan relax setelah digunakan, tetapi rasa sakit dan tidak nyaman sudah lebih jarang terlihat.

Sampai saat ini masih banyak orang-orang di paddock yang percaya bahwa jika Marc Marquez benar-benar kembali kekondisi sebelum kecelakaan yang terjadi di Jerez pada 2020 lalu, maka pembalap dengan nomor 93 ini masih dapat bersaing untuk kejuaraan walapun dengan motor Honda yang dalam 3 tahun ini tidak memiliki kondisi yang prima, namun hanya Marc Marquez sendirilah yang bisa mengukur apa yang bisa dia lakukan untuk tahun 2023.

Karena Marc Marquez berpendapat diera MotoGP saat ini, peranan motor menjadi sangat penting dalam kejuaraan. Walaupun tanpa ragu Marc mengakui bahwa pembalap yang ada diatas tentuntya adalah pembalap yang cepat, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa seiring berjalannya waktu kekuatan motor dan mesinnya juga memiliki andil yang semakin besar bahkan lebih besar dari peran pembalap itu sendiri. Dalam situasi yang dijelaskannya, pembalap Spanyol ini selalu mencoba untuk percaya bahwa pembalap harus lebih penting daripada mesin.  Walaupun tanpa bisa dilawan lagi, fakta dari waktu ke waktu yang terjadi adalah pembalap sangat bergantung dengan apa yang dia punya (teknologi motor). Era sekarang ini jika pembalap tidak memiliki motor yang kompetitif, sebagus apapun skill yang dimiliki tetap tidak bisa mengejar pembalap dengan motor yang lebih cepat.

Masih menurut pembalap Repsol Honda, saat ini arah motor pada MotoGP lebih ke mobil F1, dan membuat balapan lebih mengandalkan mesin, maka jika diteruskan akan menjadi kurang sesuai dengan arti balapan itu sendiri. Marc Marquez juga sudah berbicara kepada komisi keamanan mengenai hal ini dan memberikan masukan untuk berhati-hati agar tetap bisa membuat pembalap lebih penting dari motor dan menjaga arti dari balapan MotoGP itu sendiri.

Sepertinya komisi keamanan dan Dorna memiliki pandangan yang sama bahwa pembalap sejatinya harus lebih penting daripada mesin, karena dari hal itulah pembalap bisa melakukan pertarungan yang sengit dengan mengutamakan skill dari pembalap itu sendiri bukan hanya dengan menekan satu tombol. Oleh sebab itu lah penggunanan Front right height device sudah benar-benar dilarang pada musim 2023 ini. Walaupun seperti yang kita ketahui bersama bahwa pelarangan ini sudah diumumkan dari Maret 2022 sebelum balapan seri perdana di Qatar dimulai, tetapi karena Ducati sudah melakukan effort untuk pengembangannya, maka masih dilegalkan untuk digunakan pada balapan tahun 2022 kemarin, tetapi tidak lagi untuk musim 2023 ini.

Dan seperti yang dikatakan oleh Direktur Teknologi Corrado Cecchinelli kepada crashnet bahwa saat ini mereka juga sedang mempertimbangkan untuk melarang penggunaan rear ride height device. Dorna tentunya akan melakukan proses yang sama yaitu dengan menanyakan kepada semua pabrikan, seperti yang dilakukan sebelumnya pada saat pelarangan front ride height device dengan melakukan vote kepada 6 pabrikan dan 5 diantaranya menyetujui untuk tidak dipergunakannya teknik tersebut.

Corrado Cecchinelli juga mengatakan bahwa pelarangan rear device itu tidak serta merta dilakukan, tetapi tentunya tetap membutuhkan waktu untuk menganalisa dan masih menurutnya perubahan regulasi ini mungkin hanya akan dilakukan di 2027. Baginya perubahan regulasi adalah hal yang wajar dilakukan seiring dengan perkembangan waktu. Hal ini ditujukan guna selalu melakukan penyeimbangan, tapi Corraco Cecchinelli sangat memahami bagi pabrikan yang melakukan penelitian dan menyediakan sumber daya untuk reset mengenai device ini tentu bukanlah hal mudah untuk bisa menerima ketika teknologi yang dibangun dilarang untuk dipergunakan. Sejatinya penemuan baru haruslah mendapatkan penghargaan atau kesempatan untuk digunakan tetapi dalam hal apapun keseimbangan adalah hal yang penting untuk dilakukan. Dan tidak ada keputusan yang bisa menyenangkan semua pihak.

Seperti dalam kehidupan, sesuatu apapun yang berlebihan adalah tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!