Connect with us

Berita

Pembalap Indonesia Yang Masuk Ajang Balap MotoGP

Published

on

Indonesia bagi MotoGP adalah negara yang penting, selain jumlah penduduknya yang sangat banyak, penggunaan motor sebagai alat transportasi juga dominan dan juga termasuk negara yang sangat aktif di jagat maya baik Instagram maupun sosial media lainnya. Dan tentu saja bagi penyelenggara MotoGP ini menjadi penting karena kalau kita lihat saat MotoGP mengadakan live instagram atau sejenisnya banyak penonton yang menonton dan meramaikan adalah penggemar dari  Indonesia.

Tapi perlu diketahui bahwan bukan hanya sebagai penonton saja, tetapi Indonesia juga memiliki beberapa pembalap yang ikut berpartisipasi pada Kejuaraan dunia MotoGP, walaupun sementara ini dikelas Moto2 dan Moto3.

Dimulai pada tahun 1996  dimana Indonesia untuk pertama kali menjadi tuan rumah kejuaraan MotoGP di sirkuit internasional Sentul. Saat itu Indonesia mendapatkan wildcard dan menurunkan dua pembalap yaitu Petrus ‘Tobun’ Canisius dan Ahmad Jayadi yang menggunakan motor Yamaha. Walaupun belum berhasil mendapatkan poin tapi keduanya dapat finish pada urutan ke 20 dan 21.

Masih di Sirkuit internasional Sentul pada tahun 1997, Indonesia juga mendapatkan wildcard dan tidak tanggung-tanggung langsung menurunkan 4 pembalap sekaligus yaitu Ahmad Jayadi, Arief Budiman, Rudi Arianto, Irvan Octavianus. Ahmad Jayadi dan Irvan Octavianus tidak berhasil finish sedangkan dua pembalap lainnya tidak melakukan start.

Selanjutnya pada tahun 2005 dan 2006 pembalap asal Jogjakarta Doni Tata Pradita mendapatkan wildcard di sirkuit Sepang membela team Yamaha Indonesia dikelas 125cc. Pada tahun 2007 dia juga mendapatkan wildcard masih di sirkuit Sepang bedanya kali ini berlaga di kelas 250cc. Walaupun dari ketiga balapan wildcard dia gagal menyelesaikan balapan tapi setidaknya itu dijadikan bekal untuk selanjutnya ditahun 2008 Doni Tata mendapatkan kesempatan membalap satu musim penuh di kelas 250cc, mengikuti 16 balapan dengan mengumpulkan 1 poin di sirkuit internasional Shanghai. Tahun 2013 Doni Tata kembali tampil di ajang balap dunia Moto2 kali ini bersama Team Federal Oil gresini dengan kontrak satu tahun penuh, selesai mengikuti 16 balapan yang digelar dengan mengumpulkan 1 poin.

Ditahun 2013 juga ada pembalap kelahiran Jakarta, Rafid Topan Sucipto yang membalap penuh dikelas Moto2 bersama team QMMF, mengikuti total 17 balapan. Sebelumya yaitu di tahun 2012, Rafid Topan juga pernah mendapatkan wildcard di Valencia untuk menggantikan pembalap Anthony West yang cidera. Dan pada tahun 2018, dia mendapatkan wildcard di sirkuit Sepang untuk menggantikan pembalap Stefano Manzi yang juga cidera.

Masih di tahun 2013 ada Muhammad Fadli Immammuddin atau yang dikenal dengan M.Fadli yang mendapatkan wildcard dari team JiR di sirkuit Sepang untuk menggantikan Mike di Meglio yang saat itu sedang cidera.

Pembalap-pembalap Indonesia diajang MotoGP -Indomotoracing-

Pada tahun 2019 ada Dimas Ekky Pratama yang juga pernah berlaga satu musim penuh di ajang balap dunia Moto2, bersama dengan Honda Asia team. Dengan 19 seri yang harus diikuti, Dimas hanya mengikuti 11 balapan dikarenakan cidera yang dialami saat melakukan Free Practice disirkuit Assen. Sebelum menjadi pembalap Honda Asia Team,  pembalap dengan nomor 20 ini pernah juga mendapatkan beberapa kali wildcard, satu kali ditahun 2017 di sirkuit Sepang bersama Federal Oil Gresini , satu tahun kemudian di 2018 juga di sirkuit Sepang bersama Team Tech3 untuk menggantikan pembalapnya yang cidera Bo Bendsneyder dan masih ditahun yang sama membalap dengan wildcard di sirkuit Catalunya. Dia juga pernah mendapatkan wildcard di sirkuit Valencia pada tahun 2021 bersama team Pertamina Mandalika.

Gerry Salim yang juga pernah merasakan balapan di kelas dunia ini. Pembalap asal Surabaya ini mendapatkan wildcard di kelas Moto3 untuk menggantikan pembalap Jepang Ai Ogura yang cidera. Tampil cukup baik dengan start dari posisi 27, Gerry Salim hampir saja mendapatkan poin dengan finish diposisi 16. Masih ditahun 2019, dia juga berkesempatan membalap di Moto2 dengan wildcard menggantikan pembalap Indonesia Dimas Ekky Pratama.

Pembalap Indonesia yang juga pernah menjadi pembalap penuh adalah Andi Farid Izdihar atau dikenal dengan Andi Gilang. Pembalap kelahiran 14 Agustus 1997 ini membalap di Honda Asia Team. Awalnya Andi Gilang hanya menggantikan Dimas Ekky yang saat itu menjadi pembalap full team Honda Asia di Moto2, karena Dimas Ekky absen cukup lama, maka pada tahun 2019 ini selain Gerry Salim, Andi Gilang juga mendapatkan wildcard untuk mengantikan Dimas Ekky di Misano dan finish pada posisi ke 24. Ditahun selanjutnya Andi Gilang dipromosikan menjadi pembalap penuh di Moto2 bersama Honda Asia Team. Tidak berhasil mendapatkan poin pada 15 balapan yang diikuti, membuatnya tidak lagi membalap dikelas Moto2. Tetapi pada tahun 2021, HIroshi Aoyama memberikan kesempatan kepadanya  untuk tetap berada diteam yang dipimpinnya namun di kelas Moto3. Dengan usaha dan ketekunannya akhirnya Andi Gilang mampu mendapatkan poin dan menutup kejuaraan Moto3 di posisi 29 dengan mengumpulkan 4 poin.

Ditahun 2022 sampai dengan saat ini, penggemar balap Indonesia masih bisa bersenang hati karena masih ada pembalap Indonesia yang meneruskan perjuangan pembalap-pembalap sebelumnya yang disebutkan diatas. Pembalap tersebut adalah Mario Surya Aji. Mario Aji melakukan debutnya dikejuaraan Moto3 dengan mendapatkan wildcard di Misano sirkuit, walaupun tidak berhasil mendapatkan poin tapi Aji dapat menyelesaikan balapan. Sebenarnya Aji mendapatkan dua wilcard selain Misano yaitu di Portugal, tetapi karena Aji mengalami cidera patah kaki saat latihan maka dia tidak dapat mengambil kesempatan wildcard keduanya yang didapatkan ditahun 2021 tersebut. Namun Aji berhasil dipromosikan menjadi pembalap Moto3 pada team Honda Asia untuk tahun 2022 secara penuh, dan ditahun pertamanya Aji sudah bisa mendapatkan 5 poin dengan finish akhir klasemen di posisi 26.

Tahun 2023 akan menjadi tahun keduanya membalap secara penuh di kejuaraan dunia Moto3. Semoga Aji akan menyelesaikan balapan di tahun 2023 nanti dengan lebih baik lagi dari tahun pertamanya dan ditahun-tahun selanjutnya mampu melanjutkan ke kelas-kelas lainnya.

Dan diharapkan akan banyak pembalap-pembalap Indonesia lainnya yang mampu bersaing untuk menjadi salah satu bagian dari kejuaraan dunia ini. Bukan hanya dikelas Moto3 dan Moto2 tetapi juga bisa berada di kelas MotoGP.

Pembinaan sejak dini untuk membangun talenta-talenta muda berbakat memang bukanlah hal mudah. Namun bisa dilakukan jika memang ada keinginan yang kuat baik dari pemerintahan maupun dari federasi terkait.

Karena diera saat ini dimana persaingan sangat ketat, memiliki talenta saja tidaklah cukup, tetapi harus memiliki kesungguhan dan kebulatan tekad. Sejatinya pembalap ditanamkan untuk menancapkan dihati dan pikiran bahwa tujuan utamanya adalah untuk mendengar lagu kebangsaannya dikumandangkan dan/atau benderanya dikibarkan di podium. Podium pada setiap kelas hanya ada tiga dan jumlah pembalap yang ikut serta jauh lebih banyak dari itu, hanya pembalap terbaiklah yang bisa berada disana.

Berusahalah untuk tidak menjadi seperti air yang mengikuti kemana arus mengalir, tetapi berusaha menjadi pribadi pemberani dan siap menghadapi rintangan yang tentunya tidak mudah.

Berani menutup telinga dari cibiran orang sekitar tanpa perlu membalas dengan kata-kata dan dendam dihati, hanya perlu menjawab dengan prestasi dan kesungguhan.  Yang juga penting adalah tidak menjadikan orang lain yang prestasinya lebih baik dari kita sebagai ancaman, tapi jadikanlah sebagai motivasi untuk belajar menjadikan diri kita lebih baik lagi. 

Indonesia Bisa!!

*Note. Jika ada nama yang belum disebutkan, penulisan nama dan tahun yang kurang tepat dapat diinfokan kepada kami.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!