Connect with us

Berita MotoGP

Persaingan di MotoGP 2022 Akan Semakin Ketat

Published

on

Judul tersebut sepertinya layak disematkan untuk kejuaran motor paling bergengsi di musim 2022 ini, dimana pihak FIM pada Desember 2021 lalu telah memperbaharui peraturan yang sudah ada dan tentunya dengan peraturan yang baru ini akan membuat semua yang ada di lintasan baik MotoGP, Moto2 maupun Moto3 lebih aman dan membuat kompetisi menjadi semakin kompetitif.

Apakah regulasi atau aturan yang diperbaharui ?

Aturan yang mengalami pembaharuan antara lain mengenai usia minimum pembalap yang dapat mengikuti kejuaraan yaitu untuk kelas Moto3: 16 years (18 years in 2023), Moto2: 16 years (18 years in 2023) dan kelas MotoGP: 18 years. Hal ini dilakukan untuk kematangan dari masing-masing pembalap dalam menghadapi tekanan saat dilintasan. Semakin matang usia pembalap maka semakin bijaksana dan tenang keputusan yang akan diambil dan tentu saja ini sangat baik untuk menambah keselematan di lintasan khususnya dikelas Moto3.

Selain itu aturan mengenai Teknikal aspek juga mengalami pembaharuan , jika sebelumnya setiap tim diminta untuk mengirimkan kepada Direktur Teknis, pada awal musim , contoh atau
gambar rinci bagian dari aero yang dipergunakan, maka pada tahun 2022 ini akan dimintakan selain contoh juga harus memberikan model CAD 3D penuh dari bagian aero yang dihomologasi baik dari mesin 2021 yang masih akan digunakan pada tahun 2022 dan akan terus diperiksa secara berkala. Selain itu masalah pengeream, dimensi disc brake juga berian aturan yang lebih presisi. Hal ini semata-mata dimaksudkan untuk keselamatan para pembalap dan kesetaraan dalam pengembangan motor.

Dan yang menarik adalah pembaharuan pada aturan kesehatan, jika sebelumnya pembalap yang mengalami cidera yang mengakibatkan patah tulang, operasi, cidera kepala dapat kembali balapan jika mampu melewati test yang ditentukan, untuk pembaharuan regulasi akan dlakukan lebih cermat untuk mengizinkan kembali ke kompetisi, secara khusus, ada persyaratan baru tentang bukti yang harus dipertimbangkan saat meninjau pemulihan dari cidera kepala dan/atau  gegar otak, cedera perut/toraks dan cedera muskuloskeletal, (seperti patah tulang yang memerlukan:
operasi, patah tulang majemuk atau kompleks). Jika ada keraguan, CMO, Direktur Medis MotoGP, dan Petugas Medis FIM dapat

meminta lebih lanjut pendapat atas laporan dan bukti yang diberikan untuk menentukan status pengendara (fit atau unfit). Ini merupakan langkah yang sangat bagus mengingat

pengalaman yang terjadi pada tahun 2019 dimana Marc Marquez baru saja melakukan operasi besar pada tangan kanannya dan langsung kembali kelintasan dan menyebabkan cidera berkepanjangan dan harus absen lebih dari satu musim. dan tentu saja hal ini merugikan baik bagi pembalap maupun bagi team, jika keputusan diambil tanpa pertimbangan yang matang.

Dan yang paling menarik pembaharuan regulasi yang dilakukan adalah perubahan waktu terendah saat kualifikasi untuk dapat melanjutkan ke balapan pada hari minggu, jika selama 30 tahun peraturan yang ada adalah pembalap dengan waktu kualifikasi 107% atau dengan kata lain pembalap harus mencapai waktu setidaknya sama dengan 107 % dari waktu yang dicatat oleh pembalap tercepat sesi yang sama di salah satu sesi FP atau QP, maka pembaharuan menjadi 105%. Sebagai contoh jika pembalap tercepat saat sesi QP adalah 2 menit maka pembalap lain setidaknya harus berada di waktu 2 menit 6 detik, jika kurang dari itu maka tidak dapat melanjutkan mengikuti balapan. Dan peraturan ini berlaku baik di MotoGP, Moto2, Moto3.  Hal ini dimaksudnkan agar semua pembalap memiliki kecepatan dan level yang sama, karena jika ada pembalap yang jauh terlalu pelan dari yang lain maka hal ini akan membuat kondisi saat balapan kurang aman. Oleh sebab itu dapat dipastikan kompetisi balap bergengsi di setiap kelas akan menjadi sangat menarik dan lebih kompetitif.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!