Connect with us

Berita MotoGP

MotoGP Jerman : King Of The Ring, Ketika Keraguan Dijawab Dengan Kemenangan (1)

Published

on

Semua keraguan dan tanda tanya terjawab. Ketika banyak pembalap memasukannya sebagai calon pemenang di Sachsenring dan Marc Marquez berusaha menyangkalnya tapi nyatanya hari ini 30 putaran dilalap habis tanpa ampun oleh Pembalap dengan no. 93 ini.

Memulai dari baris ke dua, Marc Marquez tampil cantik dari mulai balapan, langsung melesat dan membuat jarak adalah strategi yang dilakukannya untuk dapat melaju lebih tenang. Awan terlihat mulai mendung dan rintik-rintik hujan sedikit mulai jatuh pada putaran 4 dan saat itu Marc Marquez berkata dibalik helm nya “ini adalah balapan milik saya,” selanjutnya ketika rintik hujan terjatuh untuk kedua kalinya, Marc kembali berguman “ini saatnya saya mengambil semua resiko.” dan sejak itu kepercayaan dirinya bangkit dan terus gass sampai garis finish. Hanya tiga putaran tersisa ketika Miguel Oliveira berhasil mendekat dibawah satu detik dan dengan apik Marc Marquez menjaga jarak walaupun dalam hatinya dia berkata  “Ini akan sulit tapi saya percaya, saya percaya dengan diri saya. Sejujurnya ini sulit untuk terus mendorong, saya terus berpikir tentang tiga jatuhnya saya di tiga balapan sebelumnya secara berturut-turut. Hari ini benar-benar penting bagi saya untuk menyelesaikan balapan. Dan syukurnya kami bisa melakukannya dan dengan cara yang indah.” dengan kemenangan ini Marc Marquez berhasil mempertahankan 11 kali menang berturut-turut di sirkuit Sachsenring dan ini adalah kemenangan pertamanya sejak kembali dari cuti panjangnya. Setelah tiga kali terjatuh dibalapan sebelumnya kali ini Marc Marquez kembali membalap dengan nalurinya dan nalurinya adalah memenangkan balapan ini.

Marc Marquez masih belum menyadari bahwa dia saat ini berada disini (menang lagi). “Ketika saya melewati garis finish, saya langsung memikirkan orang-orang yang membantu saya untuk kembali berada disini. Dari situasi saya yang sangat sulit, ini tidak akan mungkin untuk berjalan sendirian. Saya perlu orang-orang yang mendukung, Team, Dokter, Physioteraphy, manager, keluarga, teman, semua orang bersama untuk membantu. Dan saya menemukan mereka semua, mereka membantu saya banyak. Membantu saya untuk kembali.”

Marc Marquez sepenuhnya tahu bahwa pada balapan selanjutnya di Assen, situasi akan kembali sulit karena Assen adalah sirkuit yang membutuhkan banyak tenaga dan kekuatan fisik, tapi bagi Marc Marquez motivasi tetap ada tapi tetap harus melihat bahwa ini bukan tangan yang normal, tangan ini masih membutuhkan waktu untuk benar-benar pulih. Marc Marquez pun mengakui rasa sakit ditangannya tentu ada dan minggu depan tentu akan lebih sulit, tapi ini adalah kenyataan yang ada, yang diperlukan saat ini adalah menikmati hasil balapan hari ini.

“Saat ini saya harus menikmatinya, ini saatnya bagi saya berterima kasih kepada semua, terutama kepada Honda. Karena cara Honda memperlakukan saya selama masa sulit ini, amat sangat saya hargai. Ini adalah kemenangan yang sangat penting bukan hanya untuk saya tetapi juga untuk Honda HRC .”

Marc Marquez sedikit melakukan kilas balik, pada saat Marc Marquez masih mengambil cuti panjang dalam masa pemulihannya,  dengan keyakinan tinggi Marc Marquez selalu percaya bahwa akan kembali kuat seperti sebelumya tetapi saat dia memulai balapan pertama di Portimao disanalah matanya terbuka bahwa sepertinya ini akan sulit. “Selama saya berada dalam masa pemulihan saya selalu yakin bahwa saya akan kembali kuat seperti sebelumya, tetapi keyakinan saya memudar saat pertama kali saya melakukan balapan lagi dan itu di Portimao, saya menyadari ok.. ya ok saya masih sangat jauh, dan saat saya menyadari itu, sejujurnya itu sangat berat. Ditambah lagi balapan selanjutnya lebih berat. Ini benar-benar berat. Lalu saya mulai mencoba melupakan semuanya. Saya melupakan semua komentar-komentar dari luar. Saya hanya berkonsentrasi mendengar orang-orang yang memang ingin membantu saya. Saya mencoba menemukan komentar-komentar yang positif yang bisa membantu saya. Dan itu adalah Mick Doohan, saya bertemu dengannya di Mugello dan saya melakukan panggilan telepon dengannya, saya menghabiskan 30 menit mendengarkan Mick Doohan berbicara. Dia menjelaskan situasinya saat itu (1992-1993) tetapi saya mendengarnya dan merasakannya seperti itu adalah situasi saya saat ini. Benar-benar serupa. Contohnya ketika saya tidak mengenal motor saya, saya tidak berkendara seperti yang saya mau, selalu melakukan kesalahan bodoh, terjatuh tanpa alasan, disatu latihan cepat dan dilatihan selanjutnya pelan tanpa tahu apa sebabnya. Itu seperti semua permasalahan yang saya hadapi tahun ini adalah seperti yang di miliki Mich Doohan di masa lalu. Percakapan saya dengan Mick Doohan ini benar-benar membantu saya untuk saya terus mendorong maju kedepan.” terangnya dengan penuh emosional, bahkan dapat dirasakan ada suara kesedihan, haru, juga semangat baru dari cara Marc Marquez berbicara.

Pencapaian yang sangat luar biasa dari Marc Marquez, setelah terpuruk merasakan beban yang sangat berat melewati 1 season (2020) tanpa balapan, memulai balapan dengan sulit, jatuh tiga kali berturut-turut, mendapatkan keraguan dari banyak pihak tentang kondisinya, tentulah bukan perkara yang mudah. Marc Marquez yang selalu bergelimang kemenangan harus mampu berjalan mundur sedikit kebelakang, menerima situasinya bukan untuk menyerah tapi untuk melompat kedepan dengan kepercayaan pada dirinya dan orang-orang yang benar mendukungnya. Kerja Hebat Marc Marquez. King of The Ring is you.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!