Connect with us

Berita MotoGP

Jack Miller Membawa Kualifikasi di Atmosphere Yang Berbeda

Published

on

Jack Miller behasil lolos ke kualifikasi kedua (Q2) setelah menjadi yang tercepat di kualifikasi pertama (Q1). Dan tidak tanggung-tanggung berhasil menyelesaikan Q2 dengan berada diposisi kedua yang artinya akan memulai balapan dari baris depan, posisi kedua tepat dibelakang Mr.Pole Position Fabio Quartararo.

Yang menjadi menarik banyak perhatian adalah tidak hanya sempat terjatuh cukup keras di tikungan 3 saat Q2 di 1 menit 16 detik sebelum kualifikasi berakhir, tapi tetap berhasil mencatatkan waktu tercepat kedua, tentulah hal ini  sangat luar biasa.

Tetapi yang menjadi hal yang lebih luar biasa adalah, saat di Q1, 6 menit terakhir ketika Jack Miller keluar dari Pit , terlihat Marc Marquez juga ikut keluar dan mengikuti Jack Miller. Menjadi mengejutkan ketika Jack Miller melambatkan motornya disamping Marc dan memberikan kode jari seperti meminta uang untuk bayaran jika Marc Marquez ingin mengikutinya dan mendapatkan angin darinya (Tow). Ini tentulah bukan sunguhan hanya sebuah candaan yang meredakan suasana. Dan Marc Marquez pun membalas seolah-olah menyetujui hal tersebut. Tentu ini pemandangan yang berbeda karena biasanya banyak pembalap yang tidak senang jika diseri kualifikasi ada pembalap yang memanfaatkan angin dibelakangnya, apalagi jika pembalap yang mengikutinya adalah Marc Marquez, selalu menjadi berita besar setelahnya.

Tapi Jack Miller menghadapinya dengan cara yang berbeda, baginya jika ada pembalap yang mengikuti dari belakang untuk apa marah dan kesal, karena itu akan menghancurkan konsentrasi kita sendiri, dan dia sama sekali tidak merasa terganggu, seperti yang

HRC dan Ducati saling berbalas pesan. (sumber : IG @motogp)

dikatakan olehnya dengan santai dan tanpa beban “Jika kita hanya memikirkan tentang siapa (pembalap lain) dibelakang kita , maka kamu sudah kalah. Yang terpenting saya rasa dalam situasi seperti ini, sesuatu yang saya pelajari dari waktu-waktu sebelumnya, bahwa kamu harus fokus dengan dirimu sendiri, pekerjaan saya dan apa yang saya lakukan. Itu saja. Dan jika ada pembalap lain dibelakang saya, biarkan saja, bahkan jika ada tiga pembalap dibelakang saya, ya biarkan saja. saya tidak dapat mengontrol hal ini, pada akhirnya ini didunia ini kita bebas, kita bisa mengikuti siapa saja yang kita mau, tapi ini menyenangkan membuat ini menjadi sedikit candaan. Kita semua tahu bahwa kita juga pernah disituasi seperti ini dan tentunya ini tidak mudah, saya memiliki pengalaman ini, mungkin tidak Fabio (sambil melirik Fabio) dia mungkin tidak banyak berada disituasi ini, dimana kita membutuhkan sedikit extra, jadi ya..” sambil tersenyum.

Dan yang menjadi lebih menarik saat sesi Q1 telah selesai dan Marc Marquez hanya berhasil ada diposisi ke 3 sehingga tidak membuatnya lanjut ke Q2, Marc Marquez diatas motor memberikan tanganya kepada jack Miller, seperti mengucapkan terima kasih. Ini sungguh mengharukan, dimana yang kita ketahui Marc Marquez masih belum pulih seratus 100% dari kecelakaan yang terjadi pada balapan tahun lalu di Jerez yang menyebabkannya harus absen satu musim di 2019. Saat ini pun Marc Marquez belum bisa melakukan latihan seperti biasanya karena masih harus mengistirahatkan tangannya.

Marc Marquez pun menceritakan apa yang terjadi saat Q1 dan juga hasil yang didapatkanya karena tidak bisa lanjut ke Q2 walaupun sudah mengikuti Jack Miller dan hanya mampu memulai balapan besok dari posisi 13, tapi Marc Marquez dengan tenang menjawab “Memulai balapan dari posisi 13 tidak ada bedanya dengan memulai dari posisi 11 ataupun 12, jadi saya tidak terlalu kecewa tidak bisa lanjut ke Q2. Saya bercanda dengan Miller ketika kami bertemu di Clinica kemarin, tentang membantu memberi angin kepada saya, dan saat itu dia jadi yang tercepat di sesi itu (Q1), maka ini saatnya saya mencoba. saya akan membicarakan tentang harganya nanti”, ujarnya bergurau.

Pernyataan dari Jack Miller sejatinya telah membawa MotoGP pada atmosphere yang berbeda, dimana tidak selamanya kompetisi itu adalah menang dan kalah, banyak faktor lain yang lebih penting dan satu diataranya yang terpenting adalah rasa saling menghormati sesama pembalap. Dan ini menyenangkan ketika sesuatu hal yang biasanya dianggap menggangu dan tidak lajim dilakukan bisa disikapi dengan lebih tenang dan berpikiran lebih terbuka. Sebenarnya jika melihat lagi rasanya banyak pembalap pernah berada dalam posisi mengikuti atau diikuti, karena lintasan adalah milik bersama, dan sebenarnya tidak perlu terlalu dipermasalahkan, karena jika kita berada dalam posisi diikuti itu artinya kita lebih baik daripada yang mengikuti dan ketika kita percaya dan fokus pada kemampuan diri sendiri maka itu menjadi cara terbaik untuk menang. Salut untuk Jack Miller.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!