Connect with us

Berita MotoGP

MotoGP : Valentino Rossi, Helm Spesial dan Masa Depannya.

Published

on

Valentino Rossi berada dibalapan kampung halamannya dengan tampil selalu dengan Helm design khusus yang selalu menarik dan memiliki cerita-cerita unik setiap tahunnya.Walaupun hasil Kualifikasi kurang memuaskan dan Valentino Rossi harus memulai balapan masih dari posisi belakang yaitu di urutan ke 19, ini tidak melunturkan kebahagiaannya ketika bercerita mengenai ide awal pembuatan design helm tersebut.

Sebelumya Valentino Rossi tentunya menjelaskan sedikit mengenai hasil kualifikasi yang didapatnya dan perasaannya terhadap motor M1 yang ditungganginya.

Valentino Rossi merasa bahwa pada hari Sabtu di Mugello ini memiliki cukup bagus perkembangan terutama pada saat pengereman dan juga memiliki perasaan yang lebih bagus pada motornya. Selain itu Valentino Rossi juga merasa pace balap yang lebih bagus dan juga ada peningkatan pada waktu penyerangan (Time Attack), tetapi sayangnya peningkatan yang saya dapatkan itu belum cukup karena Valentino Rossi merasa belum cukup cepat untuk berada dibarisan depan.

Juara Dunia 9 kali ini juga mengatakan, “Bahwa kami harus menemukan sesuatu pada saat dilintasan untuk dapat lebih kuat besok saat balapan. Balapan besok tentunya akan lebih berat dan sulit.Tapi kami akan melihat dan mencari solusi, kami berusaha untuk lebih kompetitif untuk balapan.”

Suasana tampak lebih berbeda ketika Valentino Rossi menceritakan tentang Helm edisi spesial di Mugello, Valentino Rossi tersenyum dan tertawa kecil saat memulai ceitanya, terlihat aura yang sangat berbeda, pembalap Italia ini terlihat lebih relax dan bercerita : “Di Italy jika kita berbicara suara dari Sapi adalah Muuuu Muuuu, jadi ide itu muncul untuk menyatukan suara sapi tersebut menjadi Muuu Muuugello, dan menurut saya ini lucu dan menyenangkan” ujarnya sambil tertawa kecil dan Valentino Rossi melanjutkan “Ini selalu menyenangkan ketika mendesign Helm Spesial, membuat kita bisa tersenyum dan tertawa.” Ujarnya dengan mata berbinar.

Akhirnya apapun yang Valentino Rossi ungkapkan selalu dikaitkan dengan masa depannya di tahun 2021, walaupun Valentino Rossi telah menjelaskan secara jelas bahwa keputusan itu kemungkinan besar akan diambil setelah menyelesaikan balapan sebelum liburan musim panas, tapi tetap saja terus dijadikan pertanyaan dan pembahasan.

Melihat Pembalap sekaliber Valentino Rossi terus berada dibarisan belakang tentulah menyakitkan tidak hanya baginya tetapi tentunya bagi pecinta MotoGP. Dan tentulah tidak mudah bagi Valentino Rossi terus berada dibelakang dan kesulitan untuk membalap pembalap lain didepannya. Apalagi saat melihat di kualifikasi Le Mans Ketika Valentino sudah mendapatkan tiga garis merah dan harus melebar saat di sector terakhir dan menjadikannya tidak mendapatkan waktu yang tercepat yang diinginkan tentulah menyebalkan. Apakah ini akhir dari karirnya? Sampai kapan Valentino Rossi akan berada di ajang balap MotoGP tentu pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh yang bersangkutan. Sebagai penggemar dari pembalap nomor 46 ini,  tentu melihatnya berlaga di televisi setiap balapan adalah hal yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu, tapi sebagai penggemar MotoGP tentu ini bukan hal yang mudah, menyaksikan Valentino Rossi semakin jauh dari posisi terdepan dan semakin jarang ada dibidikan kamera, ini bukanlah hal diharapkan.

Secara kemampuan, talenta dan tekad  masih terlihat jelas bahwa Valentino Rossi belum habis,  masih terlihat setiap kali Valentino Rossi menyongsong minggu balapan ada sinar berbinar dimatanya. Selebih lagi setelah menyelesaikan Test di jerez, tampak jelas dimatanya semangat yang belum pudar. Tapi sepertinya sejak adanya Pandemi ini dari tahun kemarin, perjalanan dari dan menuju ke sirkuit tidaklah lagi mudah dan menyenangkan, selalu ada hal-hal tambahan yang harus dipersiapkan dan karena ini tujuan adalah untuk kebaikan Bersama. Mungkin ada pertanyaan apa hubungannya perjalanan yang tidak mudah lagi menjadikan performa balap menurun? Tentu berhubungan, pertama adalah pada saat melakukan perjalanan banyak hal yang harus dipersiapkan, kekhwatiran jika hasil PCR test positif dan mungkin dalam satu pesawat ada yang positif dan hal lainnya. Hal tersebut membuat konsentarsi menajdi terpecah, ditambah lagi pembalap MotoGP saat ini jauh lebih muda dan fit, tentu ini berpengaruh secara fisikal. Dan mungkin ini menjadikan Valentino Rossi sedikit khawatir dan sulit berkonsentrasi untuk secepatnya menemukan perasaan yang sama dengan M1. Ditambah lagi saat ini Valentino Rossi ada di team baru dengan beberapa crew yang baru, tentu saja perlu juga penyesuaian.

Lalu apa dasar yang mengatakan bahwa kemampuan, talenta dan tekad masih belum habis. Lihat saja disetiap waktunya saat tidak ada balapan Valentino selalu menghabiskan waktunya di Ranch dengan VR46 Academy. Berlatih dan berlatih, selain itu Valentino Rossi juga tidak henti menyalurkan kemampuan, talenta dan tekadnya kepada murid-muridnya di Academy yang dibentuknya. Dan lihatlah Franco Morbidelli, Francesco Bagnaia, Marco Bezzecchi, Andrea Migno,  Luca Marini, Stefano Manzi Niccolo Antonelli, Celestino Vietti, Semua adalah pembalap-pembalap yang diperhitungan di setiap katagorinya dan ini adalah berkat dari pengajaran dan pengetahuan yang diturunkan oleh Valentino Rossi.

Tidak dapat dipungkiri faktor usia juga berpengaruh dalam fisik seseorang, secara alami ketika usia bertambah maka banyak hal-hal alami yang bisa diproduksi oleh tubuh akan menurun, baik ketangkasan maupun reflek. Pada usia yang tidak muda Valentino Rossi dapat dikatakan cukup prima tetapi jika dibandingkan dengan pembalap-pembalap muda yang saat ini bertarung di MotoGP tentunya tidak bisa disamakan secara sama.

Tetapi apapun faktornya ada baiknya sabar menunggu sedikit, balapan selanjutnya adalah Mugello yang akan berlangsung hari ini. Sirkuit Mugello ini telah menghasilkan 14 Podium dengan 9 kali kemenangan sepanjang karirnya dari 125cc sampai podium terakhir yang didapatkannya di 2018 bersama Yamaha. Walupun sampai saat kualifikasi kemarin masih belum terlihat hasil yang maksimal mari sedikit bersabar menunggu.

Setelah Mugello masih akan ada tiga balapan lagi sebelum liburan musim panas, masih ada Catalunya, Sirkuit Sachsenring dan Sirkuit Assen yang merupakan sirkuit favoritnya. Biarkan Valentino Rossi berkonsentrasi penuh dengan tiga balapan tersisa dan biarkan dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tanpa diburu-buru.

Sejatinya apapun keputusan yang akan diambil, bukanlah semata hanya keputusannya, seperti yang Valentino Rossi katakan masih juga harus mempertimbangkan dan melihat apa ide Yamaha untuk kedepannya dan juga Petronas team dimana tahun ini Valentino Rossi membalap.

Tidak  ada yang perlu dibuktikan olehnya karena Valentino Rossi sudah memberikan semua yang terbaik pada olahraga ini dan membuat olahraga ini begitu dicintai dan diminati. Kegelisahan penggemar Indonesia yang menginginkan Valentino Rossi bisa membalap di Sirkuit Mandalika Lombok, sebenarnya bukanlah masalah yang harus dibesar-besarkan. Jika pada akhirnya keputusannya adalah hanya membalap sampai dengan 2021, masih akan ada Wild Card yang memungkinkan pembalap yang tidak mengikuti kompetisi MotoGP masih bisa tetap berlaga. Yang terpenting adalah biarkan Valentino Rossi memberikan keputusan ini dengan segala perhitungan yang tepat. Ti Amiamo VR46. Grande Vale!!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!