Berita MotoGP
PREVIEW MOTOGP LE MANS 2021
Ketika kita melihat perkiraan cuaca pada hari MInggu 16 Mei 2021 di Le Mans maka sepertinya cuaca akan dingin dan basah, prosentase kemungkinan turunnya hujan cukup tinggi . Jadi kita bisa membayangkan bahwa kita akan memiliki suasana balapan yang sama dengan tahun lalu. Dimana bukan lagi rahasia umum bahwa motor Ducati selalu kuat saat hujan, apalagi tahun ini kita lihat Ducati juga sangat kuat saatlintasan kering. Jadi minggu ini sepertinya minggu ini akan menjadi

Tiga motor berbeda di Podium Le Mans 2020 (photo:Micheline)
MInggunya Ducati dan bisa jadi kemenangan dua minggu lalu di Jerez akan terulang kembali dimana Duo Ducati Jack Miller dan Francesco Bagnaia akan berada di Podium dan tentunya Johan Zarco akan memiliki juga peluang yang sangat besar, bukan hanya karena mengendari Ducati tetapi sirkuit Le Mans ini sangat penting baginya karena disini Johan Zarco akan membalap di kampung halamannya, tentunya akan menjadi motifasi tersendiri yang lebih besar untuk memberikan penampilan yang lebih maksimal. Untuk merefresh memori tahun lalu Johan Zarco menempati posisi ke-5 di sirkuit ini.
Berbicara mengenai Yamaha memang tahun lalu Yamaha hanya mampu menempati posisi ke 9 dengan pembalap Fabio Quartararo. Bagi Fabio Quartararo balapan di Le Mans merupakan balapan yang istimewa karena ini adalah tanah kelahirannya, dan sepertinya tahun ini Yamaha M1 jauh lebih kuat dan stabil dibandingkan tahun kemarin maka kita juga harus memasukan Fabio dalam hitungan sebagai pembalap yang akan berada dibarisan depan dan memperebutkan Podium. Bisa kita katakan bahwa Fabio dan M1 selama 4 seri di tahun 2021 ini adalah paket lengkap, tapi pertanyaan yang timbul adalah pasca operasi arm pump yang baru dilakukan kurang dari 2 minggu ini akankan mempengaruhi gaya balap Fabio atau tidak. Operasi Arm pump memang bukan operasi besar, tetapi terkatagori sebagai operasi medium, dalam waktu kurang lebih 14 hari tentu luka luar sudah kering sempurna tapi bagian dalam dan otot-ototnya tentu masih sangat sensitif apalagi di olahraga balap motor ini, kegunaan tangan adalah sebagai bagian yang bekerja keras apalagi saat pengereman.
Lalu apakah Maverick Viñales akan masuk kedalam pembalap yang memperebutkan podium juga, jawabannya tentu saja iya. Memang di 2 seri terakhir terlihat seperti Maverick Viñales sedikit kehilangan arah dengan M1 nya, tetapi pada saat test di Jerez terlihat bahwa Maverick telah menemukan arah kembali menajdi yang tercepat di test dan melakukan 101 putaran, tentunya banyak hal positif yang ditemukan untuk memperbaiki performanya dan kembali lagi ke arah yang seharusnya.
Bagaimana dengan dua pembalap Yamaha lainnya, Franco Morbideli dan Valentino Rossi. Tidak dapat dipungkiri bahwa pembalap dengan no 21 ini tampil sangat mengesankan di Jerez dan membawa pulang thropy dengan kepala tegak. Tidak hanya cara membalap yang sangat baik tetapi juga karena Franco adalah satu-satunya pembalap di Squad yamaha yang mengunakan spek 2019. Ini sempat menjadikan Franco mengutarakan kekecewaanmya tetapi setelah itu Franco menjadikan hal tersebut sebagai keadaan yang harus diterima dan Franco memutuskan untuk tetap bergerak maju kedepan dengan apa yang dimiliki dan semangatnya ini membuahkan hasil yang manis di Jerez. Bagaimana dengan kesempatan di Le Mans minggu ini ? Kalau kita lihat pada statistik data tahun 2019 Yamaha dengan spek tahun ini mendapatkan hasil yang bagus dengan berada di posisi ke 4 dengan pembalp Valentino Rossi, dan artinya jika motor yang saat ini dikendarai Franco adalah spek yang digunakan oleh Valentino saat itu, tentunya kesempatan untuk memperebutkan podium akan ada peluang besar bagi Franco Morbidelli.
Lalu bagaimana dengan Valentino yang saat ini menggunakan spesifikasi M1 2021. Tahun ini selama 4 seri yang sudah berlangsung kita bisa katakan ini adalah fase terburuk baginya,

Valentino Rossi terjatuh diawal balapan Le Mans 2020 (Photo. Motogp.com)
dan jika putar balik ke tahun 2020 di Le Mans pembalap dengan no 46 ini harus terjatuh bahkan sebelum menyelesaikan lap pertamanya, tentunya berjuta tanya ada dikepala pencinta MotoGP, dapatkah Valentino Rossi bergerak kedapan dan menerobos dinding tebal yang tengah menutupnya. Tentu saja ini akan dilakukan oleh Valentino Rossi sebagai pembalap paling berpengalaman dibanding pembalap lain yang ikut berkompetisi di ajang balap saat ini, tentu saja ini bukanlah akhir dari segalanya. Saat test di Jerez lalu Valentino Rossi mengatakan bahwa ada secercah harapan yang dapat membantu Valentino untuk meningkatkan pace balapnya. Dan bukan valentino Rossi namanya jika hanya berdiam diri dan menyerah dengan keadaan. Masih ada harapan bahwa Valentino Rossi dapat menambah jumlah poin nya di Le Mans, dan tidak menutup kemungkinan Le Mans akan dijadikan titik balik untuknya kembali keposisi dimana seharunya Valentino Rossi berada.
KTM adalah salah satu motor yang tahun lalu juga berhasil meraih podium 3 di Le Mans. Tahun ini walaupun performa KTM sedikit mengalami penurunan setidaknya di 4 balaan yang telah berlangsung dibandingkan dengan tahun lalu tetapi kesempatan dalam olah raga balap ini selalu ada. Brad Binder, Miquel Oliviera, Danilo Petrucci dan Iker Lecuona adalah pembalap-pembalap muda yang penuh talenta,dapatkan mereka mencicipi manisnya podium lagi di Le Mans. Mengingat Danilo Petrucci yang tahun lalu juga berada di podium di team dan Motor yang berbeda dan saat ini memperkuat team Tech 3 KTM Racing.
Tahun lalu di Le Mans, walaupun duo pembalap Suzuki hanya berhasil finish diurutan ke 11 dan ke 16, tapi hasil ini terjadi bukan karena performa motor Suzuki GSX-RR yang kurang baik tetapi sepertinya tejadi akibat ketidak beruntungan sedang tidak berpihak. Mengulang sedikit apa yang

Alex Rins terjatuh saat berjuang untuk podium dan meneruskan balapan (Photo: SS IG MotoGP)
terjadi di tahun 2020 Joan Mir sedikit kehilangan waktu ketika harus menghindar saat Valentino Rossi terjatuh di lap awal dan Joan Mir pun berusaha mengejar ketinggalan sesegera mungkin dan menjadikan nya finish di urutan 11. Dan rekan satu Teamnya Alex Rins tampil sangat memukau dan hampir saja menyentuh manisnya podium, sayangnya Alex Rins harus terjatuh di putaran ke 18 tetapi itu tidak mematahkan semangat Alex Rins untuk tetap melanjutkan balapan, sayangnya pengikat camera belakangnya terlepas dan membuat Alex Rins harus berhenti lagi untuk menghilangkan tali ikatan tersebut dan akhirnya harus puas hanya finish di urutan ke 16. Tetapi kedua pembalap mengatakan hal yang sama setelah balapan bahwa pace motor mereka sangat bagus di Le mans.
Aprila tahun lalu berhasil menyelesaikan balapan di posisi ke 14 untuk Aleix Espargaro dan rekan se teamnya Bradl Smith tidak berhasil meneyelesaikan balapan. Tetapi Motor Aprilia tahun ini jauh berbeda dengan tahun sebelumya, Aprilia RS-GP lebih stabil dari lap awal sampai lap akhir. Sehingga kemungkinan hasil balapan akan berbeda untuk Aleix Espargaro sangatlah besar dan untuk rekan satu teamnya saat ini Lorenzo Savadori adalah rookie dan tentunya masih membutuhkan beberapa adaptasi.
Berbicara tentang MotoGP tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas Honda squad. Le Mans akan menajdi seri ke 3 bagi Marc Marquez setelah tahun kemarin absen. Kembalinya Marc Marquez di Portugal belumlah 100% tapi sudah cukup membuat banyak pencinta MotoGP berdecak kagum, karena setelah 8 bulan absen dapat lansung tampil cukup baik di balapan pertamanya. Di Jerez, Marc Marquez sempat 2 kali terjatuh dan untungnya tidak mempengaruhi kondisi tanganya hanya badan dan leher sedikit kaku dan memaksanya untuk tidak dapat maksimal mengikuti seri Test Jerez, tetapi melihat dari instagramnya Marc Marquez sudah terlihat berlatih dengan sepedanya. Kilas balik di tahun 2019 Marc Marquez menempati podium 1 di Le Mans, saat dimana kondisi Marc masih sangat prima dan tidak tersentuh, tetapi dengan kondisi kesehatannya saat ini, absennya selama masa pemulihan dapatkah Marc dimasukan ke dalam pembalap yang akan memperebutkan podium, ditambah lagi kondisi motor Honda RC-213-V yang tahun ini memiliki sedikit issue seperti yang sebelumnya dijelaskan oleh Repsol Honda Team Manager Alberto Puig. Tapi Alberto Puig juga menjelaskan bahwa untungnya mereka sudah menemukan solusi atas beberapa issue yang ditemukan dan akan bekerja maksimal untuk dapat memberikan spare part yang dibutuhkan untuk menyelesaikan issue tersebut secepatnya. Ini yang menjadikan menarik untuk dilihat di Le Mans,apakah pembalap Honda Pol Espargaro yang tahun lalu berada di podium ke 3 dengan motor dan team yang berbeda mampu mengulangi kesuksesnya tahun ini? Satu lagi rasa yang membuat penasaran adalah performa Alex Marquez, melihat performa di empat race yang sudah berjalan Alex Marquez benar-benar mengalami kesulitan tidak hanya mengenai kecepatan dalam berkendara tetapi juga terlihat tidak nyaman dan sering terjatuh saat balapan, padahal tahun lalu Alex Marquez sebagai rookie dengan motor Honda RC-213-V sangat mengejutkan karena berhasil ada di podium ke 2. Apakah tahun ini setidaknya Alex Marquez dapat melewati garis finish tanpa terjatuh ataukah juga akan berada diurutan depan atau tengah? Taka Nakagami pembalap dengan kepribadian yang sangat tenang ini selalu tampil konsisten dan tahun lalu berhasil menyelesaikan balapan di urutan ke 7.
Dari beberapa kilas balik diatas, sepertinya yang memiliki kesempatan besar untuk mencicipi podium di Le Mans 2021 adalah Squad Ducati, tidak hanya dari Ducati Lenovo Team tetapi juga dari Pramac Team dan Avintia Team. Karena sejatinya tahun ini Ducati memiliki paket yang komplit, apalagi jika ramalan cuaca benar-benar terjadi dan balapan diselengarakan dalam kondisi hujan tentu kesempatan akan makin terbuka lebar.
Squad selanjutnya yang juga memiliki kesempatan besar adalah Team Monster Energy MotoGP dan Petronas Yamaha SRT dengan Yamaha YZR-M1 nya baik dengan spesifikasi 2021 maupun spesifikasi 2019, keduanya memiliki hal yang sama untuk berada di posisi depan.
Untuk si biru Team Suzuki Estar, kesempatan tentunya ada dan terbuka, tetapi jika dalam keadaan basah dan pembalap Ducati mendominasi tentunya sedikit sulit tapi tetap tidak jauh dari 8 besar.
Red Bull KTM Racing dan Tech 3 KTM Factory Racing tentuya tetap ada dalam hitungan ini dengan adanya Danilo Petruci, jika track basah tentunya akan memungkinkan untuk membalap di posisi depan dan berjuang di 10 besar.
Repsol Honda Team dan LCR Honda team sepertinya akan bisa bertarung di posisi 8 besar. Dan jika kondisi Marc Marquez semakin membaik mungkin dapat masuk ke urutan 6 besar.
Aprilia Racing Team Gresini tahun ini juga mengalami peningkatan yang cukup besar walaupun belum merata di kedua pembalap mengingat Lorenzo Savadori adalah rookie di kejuaraan ini dan belum satu tahun bergabung dengan Team ini, tapi performa Aleix Espargaro sangatlah konsisten, perebutan 10 besar rasanya bukanlah hal yang mustahil.
Tetapi tidak hanya performa motor, penyetalan, elektronik dan tentunya pembalap, pemilihan ban yang tepat juga akan mempengaruhi hasil disetiap balapan, jika benar kondisi akan basah maka pemilihan ban akan menajdi hal yang krusial. Tentunya mereka akan mengunakan Rain Tyre, tetapi apakah soft atau medium. JIka pilihan jatuh ke medium, maka ban akan tampil sangat bagus diawal karena ban cepat panas dan cengkraman akan bagus diawal tetapi pembalap harus mulai mengatur gaya dan kecepatan balap agar ban tetap memiliki cengkraman sampai menyelesaikan 27 putaran, atau pilihan selanjutnya ke medium Rain Tyre maka pembalap harus sedikit membutuhkan waktu untuk memanaskan ban pada awal tetapi keuntungannya selanjutnya ban akan dapat melaju dengan kecepatan konstan tanpa takut kehilangan cengkraman diakhir-akhir balapan..
MotoGP tahun ini adalah balapan yang sangat kompetitive, semua pembalap dan semua team memiliki kemungkinan yang sama tapi masing-masing posisi hanya bisa diisi oleh satu pembalap jadi apapun dan berapapun hasil yang didapatkan tentunya semua pembalap dan team telah bekerja dengan sepenuh hati dan semaksimal mungkin.
- Note. Penulis hanya memberikan preview berdasarkan data tahun 2020 dan 2019. Tanpa bermaksud menilai performa Pembalap ataupun Motor.
