Connect with us

Berita MotoGP

MotoGP 2022 : Statistik Karir Fabio Quartararo di MotoGP

Published

on

Fabio Quartararo adalah salah satu pembalap hebat dan cerdas yang ada di era MotoGP saat ini, bagaimana tidak pada tahun ketiganyanya di 2021 dia sudah berhasil menjadi juara dunia MotoGP.

Fabio Quartararo adalah pembalap yang berasal dari Perancis, diusianya yang masih sangat muda ini  sudah banyak prestasi gemilang yang diraihnya. Mulai dari menjadi juara di Spainish GP juga di FIM CEV Moto3 Junior GP secara berturut-turut di 2013 dan 2104. Saat memenangkan Moto3 Junior GP ditahun 2014 usianya masih terlalu muda untuk naik ke kelas Moto3. Dan pada kenyataan Shuhei Nakamoto mencoba mengusukkan untuk Juara Moto3 Junior bisa langsung naik ke kejuraan dunia Moto3. Sehingga Fabio dapat bergabung ke Moto3 diusia 16 tahun.

Sempat membalap di Moto3 selama 2 tahun dan Moto2 selama 2 tahun. Walaupun hasil yang didapatkan kurang memuaskan jika dibanding dengan pencapainannya di Moto3 Junior, tetapi Fabio Quartararo pada tahun ke-2 nya di Moto2 menunjukan progress peningkatan.

Dan Fabio ada diwaktu dan kondisi yang tepat. Saat itu Yamaha sedang membangun team satelit baru setelah Tech 3 memutuskan untuk berpindah pabrikan ke KTM. Yamaha bersama dengan Razlan Razali mulai mencari pembalap dan Wilco Zeelenberg yang merupkan kepala mekanik dari team Satelite Yamaha yang baru memberikan usul dan mengatakan bahwa gaya balap Fabio Quartararo sangat sesuai dengan Yamaha. Lin Jarvis dan Razlan Razali pun memberanikan diri mengambil resiko dari usulan Wilco tersebut dan ternyata mereka tidak salah sasaran.

Saat MotoGP winter test di Qatar, Fabio Quartararo membuat gebrakan dengan menjadi pembalap tercepat ke-2 dan ketika media bertanya kepadanya dengan gaya Fabio yang cenderung santai mengatakan bahwa dia men-switch off otaknya, yang artinya dia hanya mengendarai motor tanpa memikirkan apapun. Dan sepertinya ini adalah kemampuan khusus yang dimilikinya, terbukti ketika di winter test Qatar dia hanya men-switch off otaknya untuk satu lap saja, tapi saat ini dia mulai mampu melakukan sepanjang lap sehingga hasilnya selalu outstanding.

Ditahun pertamanya di MotoGP El Diablo sudah mendapatkan pole position dan finish di akhir klasemen pada posisi 5. Fabio bahkan sudah mampu melakukan pertarungan dengan Marc Marquez yang dikenal dengan baby alien dengan kemampuan yang tidak diragukan lagi, hal tersebut terjadi di Buriram bahkan sampai tikungan terakhir, meskipun Marc Marquez yang keluar sebagai pemenang, tapi pertarungan itu sudah membuktikan betapa kuatnya Rookie Fabio Quartararo.

Berlanjut di tahun 2020 keperkasaannya sudah sulit dibendung, walaupun dia masih di team Satelite tetapi pada tahun keduanya ini dia sudah mendapatkan Yamaha YZR-M1 dengan spesifikasi sama seperti team pabrikan, membuatnya mampu menang sebanyak 3 kali pada awal musim, tapi sayangnya saat itu diindikasi Yamaha melakukan perubahan valve pada mesin tanpa memberitahukan kepada pihak yang berwenang dan mengakibatkan team Yamaha harus menerima sanksi pengurangan poin pada team tetapi tidak dengan pembalapnya. Seperti yang kita ketahui bahwa bagi perusahaan Jepang  melakukan perbuatan tidak sesuai dengan aturan adalah hal yang sangat tidak bisa dimaafkan dan membuat mereka berusaha menebus kesalahan dengan tidak melakukan apa-apa pada motor Yamaha YZR-M1 spek 2020 tersebut dan membuat Fabio harus puas menutup klasemen di urutan 8 dan Franco Morbidelli rekan satu teamnya yang saat itu mengendarai YZR-M1 spek 2019 (sehingga tidak terpengaruh dengan masalah Yamaha) berhasil finish di urutan ke-2.

Tanpa menunggu waktu lama pada tahun ketiganya di MotoGP pembalap Perancis ini sudah pindah ke team pabrikan dan berhasil mencatat sejarah sebagai pembalap pertama Perancis yang menjadi Juara Dunia MotoGP 2021. Berada di team pabrikan Yamaha membuat performanya yang sudah baik semakin melesat dan terbukti namanya berhasil disematkan di piala MotoGP untuk tahun 2021.

Berlanjut ditahun keempatnya konsistensi dan kecepatan Fabio pun  benar-benar teruji dan terverifikasi. Dengan performa Yamaha YZR-M1 (sebagai informasi di tahun 2022 Yamaha menggunakan mesin 2021) yang performanya sangat jauh jika dibandikan dengan motor lain di lintasan tapi Fabio masih dapat tetap memimpin klasemen dalam waktu yang panjang, tapi sayangnya banyak ketidak beruntungan yang menggagalkan jalannya untuk mempertahankan gelar Juara Dunianya. Salah satunya adalah tertabrak dari belakang oleh Marc Marquez saat di sirkuit Aragon pada lap pertama dan membuatnya tidak bisa mengumpulkan poin, mendapatkan double long lap penalty di Silverstone karena teralu ambisius waktu ingin membalap Aleix, tekanan ban yang tiba-tiba naik karena perubahan suhu lintasan di Thailand membuatnya sama sekali tidak memiliki grip, kesemuanya membuat dia harus kehilangan poin. Tapi walaupun demikian Fabio masih bisa menghadang Francesco Bagnaia sampai ke balapan terakhir di Valencia, sebelum akhirnya Francesco Bagnaia menjadi Juara Dunia.

Jadi dapat disimpulkan betapa kuat dan pantang menyerahnya pembalap yang selalu memiliki penampilan stylish ini, bahkan banyak pembalap mengatakan jika saja dia menggunakan motor yang lebih baik top speed nya pastinya dia sudah menjadi Juara Dunia sebelum 3 balapan berakhir.

Bagi Fabio Quartararo yang sudah terjadi biarlah terjadi, sempat merasa kesal dan sedih saat harus melepas gelar juara dunianya di Valencia tapi Fabio langsung bangkit dan tersenyum sambil memfokuskan diri pada musim depan dan juga tentunya berharap Motor Yamaha YZR-M1 benar.benar bisa mewujudkan janjinya dengan memberikan motor yang memiliki top speed di lurusan dan mampu berkolaborasi baik dengan ban Michellin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!