Connect with us

Berita MotoGP

MotoGP Mugello : Apa Kata Pembalap MotoGP?

Published

on

Sirkuit Mugello menyimpan cerita tahun ini. Sayangnya itu adalah cerita yang sedih yang tidak diharapkan. Saat pembalap Moto2 sudah bersiap di Grid, diumukan kabar duka bahwa pembalap muda Jason Dupasquier yang terlibat incident saat sesi Kualifikasi 2 Moto3 dan  menghembuskan nafas terakhirnya. Tentunya ini menimbulkan duka yang mendalam bagi semua. Terutama para pembalap MotoGP yang mengetahui berita itu dan harus berjalan ke grid dua jam kemudian untuk memulai balapan. Walaupun sebelum balapan di mulai, diadakan satu menit terdiam untuk berdoa dan menghormati mendiang terntu saja perasaan ini menjadi sangat campur aduk.

Tapi tugas adalah tugas, pembalap secara profesional tetap berada di Grid. Ada yang pro dan ada yang kontra, seperti contohnya pembalap Italia Valentino Rossi, baginya sepertinya tidak masuk akal untuk terus membalap dalam suasana duka ini, tapi disisi lain jika kita membatalkan balapan hari ini, itu tidak akan merubah peristiwa yang terjadi hari Sabtu lalu. Dan Valentino Rossi menambahkan “Jika ada yang memintanya untuk tidak balapan setelah berita tersebut saya akan setuju dengannya.”

Danilo Petrucci yang pada balapan di Mugello berhasil menjadi pembalap Italy yang finish paling baik di sirkuit tanah airnya, dengan berhasil mengumpulkan 7 poin untuknya dengan berhasil finish diposisi ke 9. Tapi sama sekali tidak terlihat raut bahagia diwajahnya, yang terlihat adalah raut penuh kekecewaan dan duka. Baginya adalah hal yang tidak masuk akal untuk membalap disituasi seperti ini. Danilo Petrucci menyayangkan keputusan yang terjadi saat kecelakaan di hari Sabtu yang menimpa Jason Dupasquier, saat Helikopter datang, sebagai seorang pembalap tentu sudah merasakan apa yang trejadi, tapi tidak ada briefing atau pembicaraan lainnya mengenai hal tersebut dan setelah ditunda langsung melanjutkan FP4 baginya itu sangat aneh. Apalagi di waktu balapan tiba sekitar dua jam sebelum balapan dikabarkan berita duka dan balapan tetap dilanjutkan “Ini situasi yang sangat sulit bagi saya untuk menuju ke lintasan, jelas bukan karena alasan tentang balapan, tapi lebih kepada alasan kemanusiaan. Saya merasa sangat kotor, ketika kami harus membalap dilintasan yang baru saja menyebabkan seorang manusia beruasia 19 tahun meninggal. Saya sangat merasa ini tidak normal, tapi saya bukanlah diposisi untuk menentukan.” ujarnya dengan penuh kekecewaan dan secara tersirat Danilo Petrucci mempertanyakan “Apakah prilaku ini akan sama jika ini terjadi pada pembalap MotoGP” tanyanya penuh sesal.

Begitu juga pembalap Italia yang harus terjatuh setelah berkendara sekitar 1,5 putaran. Francesco Bagnaia sama sekali tidak menyesali bahwa hari ini tidak dapat menyelesaikan balapan yang dia sesali adalah mengapa mereka harus terus membalap dalam situasi seperti ini. Didalam hatinya Francesco Bagnania hanya memikirkan Jason Dupasquier dan keluarganya, ini adalah situasi yang tidak menaruh respeck dan penghormatan membalap dalam kondisi seperti ini. Ketika mendengar berita itu Pecco sudah mengatakan kepada Team bahwa hari ini dengan sangat hormat dia tidak ingin membalap. Tapi apalah daya Pecco hanyalah seorang pembalap dan ini adalah pekerjaannya sehingga dia pun melakukan itu. Lalu ketika dia berada di lintasan dan mencoba berkonsentrasi, hal itu dirasakan semakin memburuk ketika diadakan ceremony 1 menit terdiam (berdoa dan penghormatan kepada Jason Dupasqueir), konsentrasi yang coba dibangun oleh Pecco, runtuh seketika, semua begitu hampa dan kosong. “Ini adalah hari terburuk dalam hidup saya, saya benar-benar tidak menikmati apapun yang terjadi hari ini. Saya sudah bertanya untuk tidak membalapp hari ini, karena bagi saya ini bukanlah hal yang benar. Bayangkan jika hal ini terjadi pada pembalap MotoGP, saya rasa kita tidak akan membalap. Saya tidak senang dengan keputusan ini.”dengan suara yang penuh dengan kekecewaan.

Francesco Bagnania juga mengatakan “Akan lebih baik jika mereka bertanya kepada masing-masing pembalap apakah akan membalap atau tidak dalam situasi ini, walaupun mungkin hanya saya yang berkata bahwa saya tidak akan membalap, karena bagi saya sesuatu yang besar ini dianggap terlalu ringan dan ini tidak baik dan juga tidak menghormati.” ujarnya menutup pembicaraan.

Sementara pemenang balapan Mugello Fabio Quartararo mengatakan “Sejujurnya setelah berita itu saya tidak berpikir untuk tidak membalap, ini pekerjaan saya dan saya harus melakukannya. Tapi bukan berarti saya tidak berpikir tentang Jason Dupasquier, Jason terus ada di dalam kepala saya, dan dengan kondisi itulah saya memiliki tujuan, bahwa saya akan membalap dan memenangkan balapan untuknya, untuk Jason Dupasquier.”

Pemimpin Klasemen sementara MotoGP ini mengatakan “Bukan hal yang mudah buat saya, sangat sulit bagi saya untuk tetap fokus dan menjaga konsentrasi saya. Setiap kali saya melewati tikungan 9 tempat kecelekaan Jason terjadi, saya selalu mengingat tentang Jason Dupasquier, dan saya melewati tikungan 9 itu selama 24 kali dan ini sangat tidak mudah menjaga perasaan itu ketika berada di kecepatan 340km/jam. Tapi bagi saya Balapan ini adalah untuknya.”

Dan baginya penghormatan yang dilakukan sebelum balapan dengan 1 menit diam (berdoa) adalah hal yang baik dan sejujurnya memang itu berat bagi kami semua, tapi itu adalah hal yang baik untuk dilakukan. 

Franco Morbidelli memiliki pemikiran yang berada diantaranya dengan pembawaannya yang tenang, Franco berpendapat “Saya memahami semua ini, Saat lampu mulai balapan dinyalakan segala sesuatu yang tidak dapat diduga (imponderable) bisa saja terjadi.” Hampir senada dengan Valentino Rossi, Franco melanjutkan “Berdiam hanya di Pit lane juga tidak akan merubah apapun. Mungkin setidaknya dengan kita membalap kita bisa membuat penonton di rumah bahagia.” dan Franco meneruskan “Mungkin saat inilah sisi positive dan sisi negative dari balapan muncul bersamaan dengan level yang hampir sama.” Dan mengingat kembali kecelekaan yang terjadi pada lintasan Franco menambahkan “Ini bukan kali pertama peristiwa ini terjadi, balapan adalah olahraga yang berbahaya dan kadang kasar dan kejam, kadang kalang no mercy (jangan diartikan Harfiah), tapi kita harus mencoba untuk melangkah maju kedepan.”

Iker Lecuana pembalap KTM yang sudah cukup lama mengenal Jason Dupasquier dan keluarganya dari tahun 2017 mengatakan “Hari ini sulit untuk saya karena saya memiliki hubungan yang baik dengan Jason dan keluarganya dari tahun 2017. Jason juga melakukan banyak kemajuan tahun ini, tapi saya bersyukur saya memiliki balapan yang bagus disini, dan saya persembahkan hasil balapan ini untuknya. Ini sangat sulit menerima peristiwa ini”

Juara Dunia MotoGP 2020 Joan Mir juga memiliki pendapatnya “Ini situasi yang sangat sulit, sangat sulit untuk saya memakai helm saya dan menuju lintasan, saya rasa tidak hanya kepada saya tapi kepada semua yang lainnya. Bahkan melihat tribun kosong tanpa ada asap kuning yang biasanya memenuhi Mugello membuat suasana semakin berbeda.” mengawali pembicaraan dan Joan Mir melanjutkan “Semua pembalap tentunya sangat bersimpati ketika ada kedukaan yang terjadi, bahkan kadang kami sering lupa betapa berbahaya olahraga yang kami geluti ini. Peristiwa seperti ini mendorong kami untuk lebih menghormati satu dan yang lain selama berada dilintasan. Tetapi kami masing-masing mengemban tugas dan tanggung jawab, tidak hanya kepada diri sendiri tetapi juga pada Team. Bagi saya jika kita tidak bisa fokus lebih baik tidak perlu memakai helm untuk bersiap balapan.” Ujarnya mengakhiri.

Johann Zarco juga berpendapat “1 menit terdiam sebelum balapan dilaksanakan adalah hal yang baik untuk penghormatan, dan benar adanya bahwa saat itu sulit sekali untuk tidak meneteskan air mata, tapi sekali lagi kami akan membalap dan harus berkonsentrasi.”

Marc Marquez yang hanya merasakan satu setengah putaran di Mugello tidak berbicara banyak, hanya terlihat raut duka diwajahnya tanpa banyak berkata-kata. Marc Marquez mengirimkan doa dan dukungannya kepada keluarga dan team Jason Dupasquier.

Selalu dalam kehidupan ada dua sisi mata uang. Tergantung dari sudut mana kita melihat dan menilai. Apakah pembalap yang tetap melanjutkan balapan adalah pembalap yang tidak punya empati ? Apakah pembalap yang tidak merasa bahwa balapan ini benar dilakukan adalah pembalap yang lemah dan berlebihan? Jawabannya adalah tidak. Semua pembalap, baik yang bersedia dan tidak bersedia adalah sama semua adalah manusia. Dan setiap kepala manusia berbeda, sudut pandang dan cara berpikirnya. Seperti yang dikutip dari pembicaraan Valentino Rossi “ini tidak akan merubah apapun membalap atau membatalkannya.” Dan kata-kata itu benar adanya yang diperlukan adalah saling menghormati satu sama lain di lintasan seperti mengutip yang disampaikan Joan Mir. 

Selama Jalan Jason Dupasquier. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *