Connect with us

Berita MotoGP

Peluncuran Livery Ducati Lenovo Tim Dengan Suasana Keunggulan Yang Kental

Published

on

Sudah menjadi tradisi selama tiga tahun ini, Peluncuran Ducati Lenovo Tim di sekenggarakan di lokasi resor ski mewah Madonna di Campiglio, Acara ini dihadiri oleh jajaran Ducati dan Media dari seluruh dunia kembali diundang untuk menyaksikan peluncuran livery Ducati sambil menikmati pegunungan Alpen Italia. Namun yang berbeda dari peluncuran livery kali ini dengan dua tahun sebelumnya adalah di tahun 2025 fokus sepenuhnya pada tim MotoGP. Tidak ada MotoE, motocross, atau superbike pabrikan yang diperlihatkan.

Pada saat peluncuran yang Luca Rossi, Presiden Grup Perangkat Cerdas Lenovo, hadir dalam acara tersebut dan berbagi pengalamannya. “Kami telah belajar banyak dari proses pengembangan luar biasa yang telah kami jalani bersama Ducati selama beberapa tahun terakhir. Insinyur mereka memberikan masukan berharga yang bahkan membantu pengembangan di area lain.” Para insinyur Ducati membutuhkan komputer yang semakin canggih untuk mengelola data besar yang dihasilkan di lintasan dan selama pengembangan. Kebutuhan ini juga mendorong kemitraan teknologi yang semakin erat dengan Lenovo.

Dominasi Ducati di MotoGP semakin nyata. Tim yang memiliki motor terbaik dengan pembalap terbaik, yang membuat mereka semakin kuat. Namun, keunggulan ini juga berkat kepemimpinan yang solid dari Direktur Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, dan Manajer Tim, Davide Tardozzi. Keduanya terus menekankan pentingnya untuk tidak lengah, karena persaingan di MotoGP sangat ketat. Mereka mendorong tim untuk terus berinovasi, seperti menciptakan robot pemindai lintasan yang memungkinkan simulasi lebih akurat.

Salah satu tantangan terbesar mereka di musim ini adalah bagaimana mengelola dua pembalap yang sangat kuat dilintasan MotoGP yaitu  Marc Márquez dan Francesco Bagnaia, yang berpotensi bersaing ketat dalam perebutan gelar juara. Dan hal ini tentu ditakutkan akan meimbulkan konflik internal. Namun Davide Tardozzi secara tegas menjawab: “Saya tidak akan merubah cara memanage pembalap, karena bekerja dengan dua juara dunia seperti mereka akan lebih mudah  daripada dengan pembalap yang masih perlu banyak belajar,” dan Tardozzi melanjutkan “Márquez dan Bagnaia saling menghormati dan bekerja sama untuk terus mengembangkan motor. Meskipun mereka ingin menang, persaingan akan tetap sehat dan profesional. Saya juga melihat bagaimana Marc Márquez, pembalap yang sudah meraih delapan kali gelar juara dunia bersikap sangat rendah hati dan sopan ketika masuk kedalam tim, mau mendengarkan dan mau diarahkan, dan ini adalah salah satu atitude yang luar biasa.”

Marc Márquez dan Francesco Bagnaia juga saling memuji kepiawaian rekan satu tim-nya, Bagnaia yang terkenal dengan kemampuannya beradaptasi cepat, walaupun terpuruk di sesi latihan bebas Jumat, namun bisa menguasai lintasan di Sabtu dan Minggu bahkan keluar sebagai pemeang dan juga kecepatan Bagnaia di tikungan kanan, hal ini diakui Marc Márquez tanpa canggung dan dia mengakui banyak belajar dari Bagnaia mengenai hal tersebut. Dan Bagnaia juga tidak segan memuji Marc Márquez yang sangat cepat ditikungan kiri. Keduanya sama-sama mau belajar dan berbagi pengalaman untuk keunggulan Ducati. Tentunya ini menjadi awal yang sangat baik bagi Ducati Lenovo tim.

Ducati kini menjadi favorit utama, dan warna merah khas mereka semakin bersinar. Namun, pada akhirnya hanya ada satu pemenang, dan musim 2025 yang seru sudah menanti. Namun harapan tinggi dari banyak pihak bukan hanya menjadi motivasi tetapi juga menjadi tekanan tinggi untuk Ducati, karena mereka memiliki paket teknis yang luar biasa dan kombinasi pembalap dengan total sebelas gelar juara dunia. Bagnaia tetap menjadi acuan utama bagi semua pembalap Ducati, sementara Márquez diyakini bisa beradaptasi dengan baik dan menunjukkan talentanya. Ducati sadar bahwa para pesaing akan melakukan segalanya untuk mengejar ketertinggalan mereka, sehingga tantangan tahun ini akan semakin berat. Selain Aprilia dan KTM, Yamaha juga diyakini akan menjadi pesaing yang kat di mustim 2025, tidak lupa Honda yang sedang mengejar ketinggalan.

Dan untuk tes di Sepang 5-7 Februari mendatang, Ducati telah menyiapkan banyak komponen baru, termasuk sasis, swing arm, dan aerodinamika yang sepenuhnya baru. Pemilihan komponen yang tepat akan sangat penting untuk menentukan arah pengembangan selanjutnya. Kesempatan Ducati untuk meraih triople crown menjadi sangat besar Karena teknologi motor yang terdepan dan paduan dua pembalap luar biasa yang mampu bekerja sama dengan baik dalam pengembangan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!