Berita Moto3
Profil Minggu ini : Pedro Acosta
Sulit rasanya untuk tidak membicarakan pembalap muda berusia 16 tahun ini. Penampilannya yang sangat luar biasa di lintasan dan juga gaya bicara santai berisi pembalap ini di Parc fermé benar-benar menyedot perhatian.
Pembalap yang lahir di Mazarrón, Spanyol pada 25 Mei 2004 ini memiliki pencapaian yang sangat menonjol di debut pertamanya di Ajang balap motor dunia Moto3. Dia adalah Pedro Acosta.
Pedro Acosta telah mengikuti ajang balap profesional sejak tahun 2017 dan menjadi pemenang di balapan Pre Moto3 katagori dengan dua balapan masih tersisa dan di tahun 2018 melanjukan karir balapnya di ajang Kejuaran dunia MotoGP Junior CEV FIM.
Pada tahun 2019 secara paralel mengikuti dua kejuaraan sekaligus yaitu Kejuaran Dunia MotoGP

Pedro Acosta Juara Red Bull MotoGP Rookie (Sumber : Press.ktm.com)
Junior CEV FIM berada di urutan ke-16 dam pada kejuaraan Red Bull MotoGP Rookie Cup finish klasemen sebagai runner up. Selanjutnya di tahun 2020 mengikuti dua kejuaran yang sama dengan peningkatan yang signifikan, berada di Posisi Runner up pada Kejuaran Dunia MotoGP Junior CEV FIM dan menjadi Pemenang pada Red Bull MotoGP Rookie Cup.
Pada tahun 2021 Pedro Acosta memulai debutnya di Kejuaraan Dunia MotoGP dan di empat balapan yang telah berlangsung, Pedro Acosta mampu menyelesaikan balapan dan finish gemilang di podium bahkan tiga diantaranya menjadi pemenang balapan. Dengan gaya balapnya yang sangat halus dan matang, Pedro benar-benar menjadikan Moto3 lebih menarik lagi untuk disaksikan.
Tidak hanya kencang dan melaju sendirian di depan tapi Pedro memiliki prinsip yang sangat menghibur seperti yang dikataknya selepas balapan di Portimao “Pertama kita harus melihat dulu bagaimana strategi yang harus dilakukan, selanjutnya menikmati dan bersenang senang selama 25 meni dan setelahnya berjuang untuk mendapatkan kemenangan.”
Tentu saja hal ini tidaklah biasa diucapkan oleh Pembalap berumur 16 tahun yang baru memulai debutnya di ajang Kejuaraan Dunia ini. Ini tidak saja menunjukan bahwa Pedro begitu mapan di lintasan tetapi juga dia begitu dewasa secara pemikiran.
Kita juga dapat melihat bagaimana Pedro Acosta bereaksi kepada kemenangannya, begitu natural tanpa emosi yang meledak-ledak dan hanya memberikan senyuman tanpa ada beban. Dan tentu ini tidaklah normal, sepertinya Pedro sudah bersiap untuk tetap focus pada balapan saja tetapi tidak mau terbawa dalam euphoria yang ada.
Bahkan ada hal menarik yang diucapkan oleh Direktur Teknik KTM Piet Beirer saat menandatangani kontrak dengan Pedroo Acosta, dikutip dari Motorspor Aktuell, Pit Beirer berujar : “Ketika kami menandatangani kontraknya, dia secara sadar mengeluarkan sim card dari ponselnya, dan menghapus semua jejaring sosial dan memasukan sim card barunya dan hanya menyimpan nomor yang dia tangani secara professional. Ini sangat luar biasa untuk remaja seusia ini.” Dan Piet Beirer melanjutkan “sepertinya ini adalah cara dia menghindary hype atau euphoria yang akan ada.”
Selain prinsip yang telah disebutkan diatas, Pemuda yang berasal dari Spanyol ini juga memiliki pandangan lain, Pedro mengatakan “Saya memilih untuk tidak melihat apapun tentang diri saya di media sosial. Saya harus berkonsentrasi pada Kejuaraan Dunia dan saya harus terus meningkatkan setiap balapan.” Bukanlah hal yamg mudah bagi remaja seusianya dengan gelora muda yang masih bergejolak mampu menahan diri untuk bersifat sangat profesional dan tidak meninggalkan keluguan dan kepolosannya sebagai seorang remaja. Kombinasi yang sangat bagus antara talenta, kepribadian dan kematangan.

Marc Marquez dan Pedro Acosta (Photo Motogp.com)
Bahkan pujian juga datang dari Marc Marquez saat mereka bertemu di Media Center di Portimao, Marc Marguez mengatakan tanpa ragu “Saya sudah bebicara kepadanya dan cara membalapnya tidak diragukan lagi. Dia memiliki talent yang sangat bagus dan dia juga sangat cepat. Melihat dia berada press conference disini bersama pembalap MotoGP lainnya tentulah tidak mudah untuk pembalap berusia 16 , tapi dia terlihat sangat tenang. Dan saya jug akatakan kepadanya untuk menikmati saja apa yang ada saat ini dan lupakan saja semuanya, karena kamu adalah pembalap yang sangat berbakat, jika kamu harus finish di 5 besar ataupun 10 besar itu bukanlah masalah karena ini adalah waktu untuk menikmati proses.” ujar Marc Marquez memberi saran tanpa ada rasa menggurui.
Tidak hanya Marc Marquez Juara Dunia 9 kali Valentino Rossi juga sangat terpesona dengan talenta Pedro Acosta, Pembalap Italia tanpa banyak kata berujar “Impressive” dan Vale melanjutkan “dia memiliki balapan yang sangat sempurna, ini luar biasa. Dia memiliki talenta yang sangat bagus dan juga masa depan yang bagus.” ujarnya mantap dan lugas.
Sampai dengan Race ke 4 yang telah berlangsung Pedro Acosta memimpin di Klasemen Sementara dengan selisih poin 51 dari posisi ke 2. Selisih yang cukup banyak, walaupun perjalanan masih panjang, tetapi jika Pedro Acosta tetap dapat konsisten di setiap balapan maka tidak menutup kemungkinan menjadi . Minggu ini Balapan seri ke-5 akan berlangsung di Le mans, bagaimana kah performa Pembalap Red Bull KTM Ajo ini akan berlaga ?
