Berita MotoGP
Jorge Lorenzo dan Balapan Jerez 2021
Jorge Lorenzo saat ini sudah tidak lagi berlaga di kejuaraan Dunia MotoGP. Setelah tahun sulitnya di Honda dan juga kondisi kesehatannya saat ini Jorge memutuskan untuk pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya. Tetapi nama Jorge Lorenzo tidaklah menghilang begitu saja, saat ini dia sangat aktif disosial media, tidak hanya untuk mengupdate kegiatan sehari-harinya tetapi juga untuk memberikan komentar-komentar kepada para pembalap yang masih aktif di kejuaran dunia balap motor ini.
Yang menarik adalah bahasan mengenai Review MotoGP Jerez 2021. Banyak hal yang dia lontarkan dan semuanya begitu jelas dan tanpa ditutupi.
Pertama Jorge menggaris bawahi banyaknya pembalap yang terjatuh tidak hanya saat balapan tetapi juga saat latihan bebas. Yang paling di sorot tentunya terjatunya Marc Marquez dengan cukup keras dan semua menjadi sangat khawatir karena kita semua tahu bahwa Marc masih dalam proses penyembuhan. Tapi untunglah semua baik-baik saja dan Marc marquez dapat terus melanjutkan sampai selesai balapan, walaupun esok harinya semua badan dan lehernya sakit dan kaku sehingga hanya dapat mengikuti sesi tes hanya 7 putara saja.
Dalam banyaknya kecelakaan di Jerez 2021, Jorge secara detail mengatakan bahwa ban Michelin harus fokus untuk meningkatkan cengraman ban depannya. Dan Jorge juga mengatakan bahwa sebaiknya bisa menemukan solusi sebelum hal terburuk terjadi. Dalam hal Marc Marquez, Jorge melihat bahwa ada kurangnya rasa percaya diri didalam hati Marc Marquez sehingga ini memmbuat langkahnya di MotoGP sedikit tertahan.
Pada menit ke 4:47 Jorge mulai berbicara mengenai Fabio Quartararo yang sudah sangat bagus memimpin tetapi semua berubah saat di putaran ke 13, Fabio mulai merasakan ketidaknyamanan di tangan kanannya (Arm Pump), keputusan yang terbaik telah dilakukan Fabio dengan memperlambat walaupun tentu didalam hatinya Fabio tetap ingin membalap seperti yang biasa dilakukan. Dengan Arm pump ini kepekaan dan kekuatan untuk mengendara motor dan saat berakselerasi dan melepaskan thottleyang menggunakan otor-otot tangan ini menjadi sangat sulit dan menyakitkan. Tapi sangat luar biasa ketika Fabio dapat menyelesaikan balapan walaupun hanya dapat mengumpulkan 3 poin.

Duo Ducati, Jack Miller dan Francesco Bagnaia Podium 1 dan 2 Jerez (Photo : Motogp.com)
Dan dari keadaan yang terjadi pada Fabio Quartararo ada pihak lain yang diuntungkan yaitu Jack Miller. Jack Miller memang sudah terlihat sangat kuat dan pada akhirnya dapat memenangkan balapan untuk kedua kalinya di MotoGP. Dan tentunya kemenangan ini tidak hanya menjadi penting untuk Jack Miller tetapi juga untuk Ducati, karena pada akhirnya Ducati memenangkan balapan setelah 15 tahun tanpa kemenangan di Jerez, lintasan yang terlihat selalu begitu sulit karena karakteristik motornya dan tahun ini bisa memenangkan Balapan di Jerez dengan Jack Miller sebagai pembalapnya.
Dan yang lebih membuat spektakular bagi Ducati juga adalah karena Fracesco Bagnaia dapat jug aberada di Podium pada urutan ke 2 tepat di belakang Jack Miller. Sebagai informasi pembalap yang menang di Jerez pada tahun 2016 adalah Loris Capirossi. Dengan kemenangnya di jerez tahun ini Jorge Lorenzo merasa yakin bahwa Ducati akan bisa menang di sirkuit manapun tahun ini. Dan Jorge juga mengatakan bahwa kesempatan Francesco bagnaia untuk menjadi juara dunia juga terbuka lebar, karena Francesco Bagnaia dapat berkendara sangat baik ditikungan maupun di lintasan lurus.
Pembalap Italia yang memenangkan podium ke 3 di Jerez adalah Franco Morbideli. Franco tidak

Franco Morbidelli berhasil naik Podium di Jerez (Photo:Motogp.com)
hanya memenangkan balapan tetapi juga memenangkan mentalnya. Sangat sulit memulai musim balapan dengan hasil yang sangat buruk dan tentu sangat sulit untuk kembali memotivasi diri dan Franco melakukan itu dengan sangat baik dan dia mampu melewatinya.
Dan yang menjadikan lebih luar biasa lagi adalah karena seperti yang kita ketahui bahwa Franco memiliki motor 2019 menjadi spesifikasi paling rendah dibandingkan dengan ke-3 pembalap Yamaha lainnya. Walapun secara jujur Jorge mengatakan bahwa apa yang dilakukan Franco sangatlah hebat tetapi tidak untuk dibandingkan dengan Fabio Quartararo karena Favio saat ini lebih cepat. Tapi jika dibandikan dengan Maverick Vinalles dan juga Valentino Rossi, tentulah Franco melakukan pekerjaan yang luar biasa. Yang paling terpenting adalah harus selalu fokus dan melupakan masalah lainya dan hanya fikus kepada kejuaraan untuk dirinya sendiri.
Dan yang sensasional adalah saat Jorge Lorenzo membahas mantan rekan satu teamnya Valentino Rossi. Jorge secara lugas memberikan komentarnya bahwa Jorge sangat berharap banyak Valentino bisa kembali membalap dibarisan depan saat di Jerez, karena Vale telah banyak menorehkan kemenangan dengan Yamaha di sirkuit Jerez. Tetapi yang terjadi sangatlah diluar apa yang dipikirkan. Valentino Rossi bahkan tidak dapat mendapatkan poin sama sekali di Jerez ini. Bahkan bisa di lihat bahwa Valentino Rossi bisa dilewati oleh Iker Lecuona. Valentino Rossi juga terlihat beberapa kali melebar dan keluar lintasan, tentu ini sangat membingungkan melihat Valenti Rossi adalah pembalap yang sangat presisi dalam urusan ini, tapi kali ini tidak hanya lambat , tetapi gaya balapnya tidak sepresisi sebelumnya. Tapi Jorge menambahkan, mungkin akan ada kejutan nantinya karena seperti yang kita ketahu bahwa Valentino adalah pembalap yang banyak memberikan kejutan.
Sebenarnya pendapat yang dikatakan Jorge Lorenzo hanyalah apa yang terjadi dilintasan, tidak ada unsur pribadi ataupun hal lainnya. Tapi seperti yang kita ketahui tidak banyak yang mampu memberikan kritik pada Valentino Rossi karena karismanya yang begitu besar dan pencapaiannya yang sangat bagus di olahraga ini. Walapun saat ini Valentino Rossi terpuruk dibelakang tapi masih banyak dari pencinta olahraga ini mengidolakannya dan meyakini bahwa Valentino Rossi akan bangkit dan kembali dibarisan depan tempat dimana seharusnya dia berada. Banyak runor yang mengatakan bahwa Valentino Rossi akan memngumumkan masa pensiunya di Mugello tetapi rumor itu belum tentu benar adanya bahkan Valrntino Rossi sempat berkata jika tahun depan dia memiliki team penuh di MotoGP tentulah tisak sulit untuk menyediakan motor untuknya jika dia memang masih ingin balapan. Walapun terbesit kata-kata di Jerez bahwa dia sangat mencintai olah raga ini tetapi untuk membalap diurutan ke 17 adalah sangat tidak menyenagkan. Tapi kata-kata itu tidak dapat mengartikanbahwa Valentino Rossi telah lelah berkarier di MotoGP, tapi bisa saja kata-kata itu adalah kata-kata untk menyemangati dirinya sendiri. Seperti yang Jorge Lorenzo katakan kita harus bersabar untuk menunggu kejutan yang akan di berikan Valenti Rossi, baik mengenai performa balapnya ataupun mengenai karirnya.
