Connect with us

WhatsUp

Perbedaan MotoGP Dalam Era Social Media

Published

on

Bagi penggemar MotoGP yang sudah lama mengikuti olahraga ini, tentu mengetahui apa perbedaan terbesar dari MotoGP sebelum social media dan MotoGP saat ada social media.

Perbedaan terbesar yang dirasakan adalah informasi. Baik dari segi positif maupun negative.

Segi positifnya pada era social media :

  • Mudah menemukan foto dan kegiatan pembalap. Dari kegiatan sepanjang balapan, informasi yang bersifat umum seperti olahraga yang ditekuni, update kondisi pasca operasi yang dilakukan, bahkan kegiatan yang bersifat pribadi seperti kumpul keluarga, liburan, tunangan, menikah, hobby  dan hal lainnya.
  • Banyak berita dan informasi mengenai kegiatan para pembalap di lintasan yang bukan hanya sekedar balapan tetapi percakapan dibelakang podium, tentang apa yang apa yang mereka bicarakan dibalik helmnya saat saling mengejar satu dan lainnya.
  • Percakapan pembalap saat sedang makan dengan team dan berada di hospitality,
  • Teknologi mutakhir yang digunakan, perbedaan setting yang digunakan antara satu pembalap dan lainnya.

Tentu hal tersebut sangat menyenangkan dan menguntungkan bagi penggemar karena bisa merasa lebih dekat dan mengenal para idolanya secara lebih personal. Social media ini juga membuat penggemar memiliki akses untuk bertanya langsung, baik dikolom komentar maupun mengirimkan pesan langsung (direct message). Dan yang tidak terduga adalah banyak dari mereka mendapatkan balasan,  baik dari para pembalap, mekanik, manager team dan lainnya. Karena di era social media ini yang paling penting adalah bisa berkomunikasi dengan baik kepada penggemar sehingga bisa mendapatkan feedback baik berupa like maupun pengikut baru.

Bahkan tidak jarang team ataupun pembalap mengadakan giveaway atau undian yang hadiahnya berupa akses paddcok dengan persyaratan yang tidak terlalu sulit seperti dengan mem-follow, me-like atau me-repost unggahan. Sehingga ini sangat menguntungkan bagi para penggemar untuk memiliki kesempatan bisa datang langsung ke sirkuit dan dekat dengan idola mereka.

Tidak jarang juga pihak penyelenggara mengundang influencer yang memiliki banyak pengikut disocial medianya, walaupun beberapa dari influencer tersebut tidak terlalu memahami olahraga ini. Hal ini semata-mata dilakukan karena melihat jumlah pengikut disocial media nya.

Tentu ini bukanlah hal yang salah atau melanggar peraturan tetapi jika kita baca dari kolom komentar laman instagram resmi MotoGP banyak penggemar yang merasa bahwa jika mengundang beberapa influencer yang tidak memahami MotoGP apalagi dari sisi perjuangan para pembalap kadang membuat suasana bukan menjadi menyenangkan tetapi malah terasa kaku.

Bisa dikatakan diera social media ini banyak memberi kemudahan pada para penggemar untuk mengetahui informasi dan mengenal pembalap dengan lebih mudah. Tidak ada lagi pembalap yang sulit ditemukan beritanya seperti jaman sebelum era social media, seperti contohnya mencari berita tentang Valentino Rossi, sangat sulit menemukan berita pembalap dengan no.46 ini. Tapi sekarang sangat mudah ditemui baik di instagram pribadinya maupun orang-orang terdekatnya. Memang masih ada beberapa pembalap yang tidak terlalu aktif disocial media diantaranya Dani Pedrosa, Pedro Acosta, Celestino Vietti dan beberapa lainya tapi sebagian besar pembalap saat ini mudah ditemui di social media.

Tetapi selalu ada dua sisi dalam satu mata uang, selain segi positif tentu juga ada segi negatif, seperti hal-hal sensitif yang seharusnya menjadi hal yang tidak selayaknya dikonsumsi publik.

Seperti salah satu yang baru terjadi di tahun 2022 saat selesai balapan di Buriram. Ada hal yang sangat sensitif seperti Team Order, yang dulu hanya sebagai dugaan dan perkiaraan, tapi saat ini hal tersebut bukanlah teka-teki lagi. Di era sebelum social media banyak pengemar bertanya-tanya bagaimana jika dalam satu team ada pembalap yang sangat dekat dengan posisi juara dunia, apakah ada permintaan dari team kepada pembalap lainnya atau kepada team satelit dengan motor yang sama untuk membantu pembalap yang dekat dengan gelar juara dunia. Semua tidak pernah terjawab dan semua hanya teka teki. Tapi di era social media ini, bahkan kita bisa mendengar percakapan antara petinggi team pabrikan yang datang kepada team satelite untuk mengucapkan terima kasih karena mengikuti arahan. Dan ini bukan hanya desas desus tetapi kita bisa melihat dan mendengar dengan jelas di salah satu postingan instagram resmi MotoGP.

Bukan hal yang selayaknya didengar karena menimbulkan kesan negatif dan berkurangnya nilai juang dari olahraga itu sendiri. Apalagi sesungguhnya pembalap yang bersangkutan tidaklah menginginkan bantuan dari pihak manapun. Benar-benar disayangkan jika hal sesensitif ini bisa didengar dan dilihat oleh semua penggemar.

Bahkan sahabat salah satu pembalap MotoGP dengan akun instagram t0m0600 mengomentari postingan

Sumber IG MotoGP

tersebut dengan sedikit heran “Dan kamu senang mengupload ini? (emotion tertawa). Bagus untuk kejuaraan kamu.” Juga banyak komentar-komentar dari pengemar MotoGP yang menyayangkan diuploadnya video ini. 

Mungkin ini lah perbedaan terbesar dari MotoGP diera sebelum social media dan sesudah social media dimana tidak ada lagi rahasia dan jika hal-hal sensitif seperti ini bisa dijadikan berita luas tentunya tidak berkurang rasa penasaran dan ketegangan menyaksikan kejuaraan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!