Connect with us

Berita MotoGP

MotoGP 2022 : Franscesco Bagnaia Juara Dunia MotoGP

Published

on

Franscesco Bagnaia yang lebih dikenal dengan Pecco adalah salah satu pembalap yang pantang menyerah. Setalah tahun lalu gagal menjadi Juara Dunia maka Pecco bangkit dan menyematkan mahkota Juara Dunia MotoGP 2022.

Sempat hampir gagal dipertengahan musim karena beberapa kesalahan yang dibuatnya, setelah sempat mengatakan bahwa kesempatan menjadi juara dunia sudah tertutup, akhirnya dengan segenap jiwa raga Peeco lahir kembali dan menyusun puing-puing harapan yang akhirnya menjadi istana kemenangan yang indah.

Tahun 2022 adalah tahun keempat bagi Pecco di ajang balap MotoGP, tahun pertamanya di 2019 Pecco hanya berhasil mengumpulkan 54 poin dan mengakhiri klasemen di posisi ke-15. Ini bukanlah hasil yang bisa dikatakan buruk bagi seorang pembalap yang baru saja mengendarai motor Ducati yang memiliki power yang sangat besar dan sedikit sulit dikendalikan ditikungan. Apalagi Pecco juga hampir mendapatkan podium di Australia dengan finish pada posisi 4.

Ditahun ke-2 nya Pecco masih bersama dengan Pramac team, belum membuahkan hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya Pecco hanya berhasil finish di posisi 16 , satu peringkat lebih rendah dari tahun pertamanya di MotoGP. Tahun 2020 ini adalah tahun yang memang sangat singkat diakibatkan adanya Pandemi membuat balapan baru dimulai pada pertengan bulan Juli dengan jadwal yang sangat padat dan sirkuit yang terbatas. Sebenarnya Pecco menunjukan peningkatan di seri ke-2 bahkan berjuang untuk posium, sayangnya hal itu tidak terjadi bukan karena kesalahannya tetapi karena mesinnya mengalami kerusakan dan memaksanya untuk berhenti di 6 lap tersisa. Pada balapan seri ketiga, Pecco tidak dapat melanjutkan balapan karena mengalami kecelekaaan pada saat latihan bebas yang menyebabkan patah kaki dan membuatnya harus absen di dua balapan selanjutnya. Ketika kembali membalap di sirkuit Misano, Pecco tampil gemilang dengan mendapatkan podium pertamanya di MotoGP dan berada pada posisi 2. Tentu ini menjadi nilai plus sendiri bagi Ducati untuk mempromosikan Pecco di tahun 2021.

Dan Pecco pun menempati posisi sebagai pembalap pabrikan team Ducati. Berada di team Ducati Lenovo tentu saja membuat Pecco mendapatkan dukungan penuh untuk memuluskan niat Ducati mengambil kembali gelar juara dunia yang sudah lama tidak didapatkan. Dengan format made in Italy dimana pembalap dan motor berasal dari Italy tentu membuat kinerja mereka semakin solid untuk mengejar mimpi. Awal musim Pecco mendapatkan podium di Qatar dan tentunya ini menjadi motivasi kuat bagi dirinya. Kesuksesan terus berlanjut Pecco berhasil meraih 9 podium dengan 4 kali kemenangan, tetapi tahun 2021 Pecco harus menerima kenyataan bahwa dukungan dan motor saja tidaklah cukup untuk mendapatkan gelar juara dunia. tetapi mental yang kuat dan konsisten serta percaya dengan kemampuan yang dimiliki adalah juga menjadi peranan yang penting dalam menghadapi tekanan yang tentunya tidaklah mudah.

Dan Pecco benar-benar belajar dari pengalamannya di 2021, menapaki balapan di tahun 2022 dengan penuh rasa percaya diri dan mental yang lebih kuat. Walaupun performanya sedikit menurun di awal-awal balapan, bahkan tidak berhasil finish pada GP pembukaan di Qatar, tetapi terlihat Pecco yang sekarang lebih mampu bersikap tenang dan yakin dengan tujuan yang diimpikan, dan Pecco pun meraih kemenangan perdananya ditahun 2022 setelah melewati 5 balapan dengan menjadi juara pada GP Jerez. Tetapi cobaan kembali datang gagal finish di 2 balapan selanjutnya membuatnya sempat tertinggal di klasemen. Tetapi justru hal ini membuatnya menghadapi balapan selanjutnya dengan lebih tenang dan hasilnya mendapatkan kemenangan berturut selama 4 balapan dan balapan selanjutnya diposisi 2. Naik dan turun perjalanan Pecco menggapai gelar juara dunianya belum usai setelah hasil bagus yang didapatkannya, pada balapan di Motegi Pecco terjatuh saat mencoba membalap Fabio Quartararo, sempat merasa bahwa kesempatan menjadi juara dunia sudah semakin sulit. Tetapi dengan dukungan dari team, dan orang-orang terdekatnya membuatnya mampu membuatnya bangkit dan menuntaskan perjalanan musim 2022 dengan gemilang.

Dan Sirkuit Valencia menjadi saksi ketangguhan Francesco Bagnania yang secara luar biasa mampu menjadi Juara Dunia MotoGP 2022. Penantian selama 15 tahun dari Ducati terbayarkan oleh pembalap muda kelahiran 14 Januari 1997 Francesco Bagnaia. Pembalap Ducati yang terakhir menjadi Juara Dunia MotoGP adalah Casey Stoner pada tahun 2007.

TIdak hanya itu keberhasilannya menjadi Juara Dunia MotoGP juga sudah ditunggu oleh Italia, karena pada tahun 2009 adalah tahun terakhir Juara Dunia MotoGP diraih oleh pembalap Italy sang Legenda Balap Valentino Rossi, yang kita ketahui bersama adalah guru dari Francesco Bagnaia. Tentu ini adalah torehan yang sangat membanggakan, melihat bagaimana pasang surutnya perjuangan yang dilakukan pembalap no 63 ini.

Walaupun kemenangannya ditahun ini banyak diciderai dengan kata-kata “Dia bisa menang karena Ducati memiliki terlalu banyak motor dilintasan”, “Dia bisa jadi juara dunia karena pengaturan antar Team” dan banyak lagi kata-kata senada lainnya, tapi apa yang dicapai oleh Francesco Bagnaia adalah murni dari kebulatan hatinya, kemampuannya untuk bisa bertahan menghadapi semua tantangan dengan caranya yang tenang dan hanya melakukan yang terbaik disetiap balapannya. Hanya kepercayaan dalam diri sendiri yang dapat mematahkan setiap keraguan yang ada disekitar kita, karena bantuan dari luar hanyalah sebagai penunjang tapi dirikita sendiri adalah hal terpenting yang melakukan. Selamat Pecco, sejatinya kamu adalah pembalap yang pantas mendapatkan Gelar Juara Dunia dan dijadikan contoh sebagai pembalap pantang menyerah tahun ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!